Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Dukung Pendidikan di Daerah Perbatasan, Wapres Letakkan Batu Pertama Pembangunan Rusun Ponpes As’adiyah Sebatik

Dukung Pendidikan di Daerah Perbatasan, Wapres Letakkan Batu Pertama Pembangunan Rusun Ponpes As’adiyah Sebatik Kredit Foto: Laras Devi Rachmawati
Warta Ekonomi, Kalimantan Utara -

Usai menghadiri Pengukuhan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Provinsi Kalimantan Utara, Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin melakukan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Susun (Rusun) Pondok Pesantren (Ponpes) As’adiyah Sebatik, di Sungai Nyamuk, Kecamatan Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (03/08/2023).

Sebelum melakukan prosesi peletakan batu pertama, Wapres menyimak paparan dari Kepala Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Kalimantan Utara, Faizal Rozi, terkait pembangunannya.

Baca Juga: Wapres Ma’ruf Amin Tiba di Pulau Sebatik, Sempatkan Kunjungan ke Satgasmar Pam Ambalat

Faizal menjelaskan, pembangunan rusun ini berada di bawah koordinasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, melalui Direktorat Jenderal Perumahan. Estimasi masa pelaksanaan pembangunan akan dilaksanakan selama 7 bulan, yaitu mulai Oktober 2023 hingga Mei 2024. Adapun estimasi biaya yang diperlukan adalah sebesar Rp9.682.700.000.

Rusun yang akan dibangun untuk para santri memiliki luasan lahan 1.125 m2 dengan dimensi bangunan 33 x 8.20 m, tipe Barak/3 lantai, 6 Barak/32 unit, dengan kapasitas hunian 128 orang dan dilengkapi fasilitas meubelair berupa 64 unit tempat tidur susun dan 64 unit lemari 2 pintu.

Usai memaparkan keseluruhan data terkait pembangunan rusun, Faizal pun berharap agar nantinya fasilitas yang dibangun ini dapat menjadi penambah keberhasilan pembinaan santri di Pondok Pesantren As’adiyah Sebatik, di mana saat ini banyak dari santri di Pondok Pesantren As'adiyah yang tinggal di rumah penduduk sekitar.

"Harapan dibangunnya rumah susun Pondok Pesantren As’adiyah Sebatik ini agar santri-santri saat ini yang masih terpisah di rumah kontrakan warga sudah memiliki asrama yang layak di lokasi pondok sehingga kegiatan pembinaan santri bisa lebih maksimal," harap Faizal.

Proses pembangunan rusun di Ponpes As’adiyah ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Wapres. Pada kesempatan yang sama, Wapres juga melakukan penyerahan bantuan sosial Bank Indonesia secara simbolis berupa sumur bor, genset listrik, dan mesin cuci kepada Ketua Yayasan Pondok Pesantren As'adiyah, H. Ali Karim, sebagai upaya untuk mendukung kelancaran kegiatan operasional pesantren sehari-hari.

Dalam keterangan persnya kepada awak media usai peletakan batu pertama, Wapres mengapresiasi inisiasi pembangunan rusun untuk santri ini. Ia mengatakan, upaya ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam menyukseskan pendidikan, salah satunya melalui penyediaan tempat tinggal yang layak bagi para pemondok (santri yang menginap), yang berada di wilayah perbatasan.

"Ini juga merupakan upaya dari Bank Indonesia bersama pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Melalui pesantren ini kita berupaya untuk mencerdaskan bangsa, kemudian juga bisa berkiprah lebih besar lagi nanti dengan adanya pendidikan yang diberikan," imbuh Wapres.

"Seperti biasanya, memang pesantren dimulai membangun di daerah-daerah yang pedalaman. Seperti ini kan berada di tengah-tengah perkebunan sawit, ya, jadi ini dan saya dengar banyak juga santri-santri dari Malaysia yang ingin ke sini," pungkasnya.

Baca Juga: Satgas Pangan Pantau Stok-Harga Sembako di Pasar Kreneng Denpasar

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Laras Devi Rachmawati
Editor: Puri Mei Setyaningrum

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: