Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Huawei Siap Dukung Pemerintah Antisipasi Tantangan Keamanan Siber di Ruang Digital Indonesia

Huawei Siap Dukung Pemerintah Antisipasi Tantangan Keamanan Siber di Ruang Digital Indonesia Kredit Foto: REUTERS/Sergio Perez
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indonesia diproyeksikan masuk jajaran lima besar negara-negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia pada 2045. Sejalan dengan proyeksi tersebut, penyedia solusi TIK terkemuka, Huawei beserta dengan berbagai pemangku kepentingan menyadari Indonesia memerlukan percepatan transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan untuk mendukung produktivitas masyarakat di ruang digital yang aman dari serangan siber. 

Dilansir dari keterangan resminya pada Jumat (18/8/2023), kesadaran tersebut dibahas dalam Seminar Ketahanan Nasional Transformasi Digital Indonesia 2045 yang dihadiri oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi, Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) Andi Widjajanto, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Hinsa Siburian, Ketua Umum Asosiasi Big Data Indonesia (ABDI) Rudi Rusdiah, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemenominfo Semuel Abrijani Pangerapan, dan CEO PT Telkomsel Ekosistem Digital Andi Kristianto. 

Gubernur Lemhannas Andi Widjajanto mengungkapkan, Indonesia mengalami 1,2 miliar serangan siber setiap tahunnya pascapandemi. Jumlah ini meningkat tiga kali lipat dari era sebelum pandemi sebesar 400 juta per tahun. Salah satu bentuk serangan siber yang sedang ramai adalah malware yang akhir-akhir ini dikirim dalam bentuk aplikasi undangan pernikahan.

Baca Juga: Waspada! Ada Keluarga Malware Baru EarlyRat Pakai Phishing

“Terjadi 2.200 serangan setiap menit di ruang siber yang sebagian menyasar data-data pribadi, korporasi, dan niaga. Kondisi ini harus segara dibenahi dengan dukungan arsitektur yang komprehensif mulai dari regulasi hingga opsi teknologi,” ujar Andi dalam acara tersebut pada Rabu (16/8/2023) di Jakarta. Ia melanjutkan, Huawei berkontribusi untuk membantu pemerintah dalam menyiapkan sistem keamanan tersebut. 

Berdasarkan data Lemhannas RI, data yang tersimpan di ruang digital di seluruh dunia sudah mencapai 70 zetabit pada periode 2020-2022. Jumlah ini diprediksi bakal melonjak tajam seiring perkembangan pesat transformasi digital di setiap negara.

Sebagai mitra strategis untuk berbagai perusahaan di Indonesia, Direktur ICT Strategy and Business Huawei Indonesia, Mohammad Rosidi mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk terus berpartisipasi menciptakan pemerataan akses digital secara luas melalui pembangunan infrastruktur, serta pengembangan talenta digital yang memiliki literasi dan kemampuan memadai, sebab penguatan ruang digital yang aman merupakan tanggung jawab bersama.

“Melalui pilar komitmen ‘I Do Contribute’, Huawei ingin mengembangkan talenta TIK yang dapat berkontribusi besar terhadap proses transformasi digital di Indonesia, termasuk dalam mengantisipasi tantangan keamanan siber," ujar Rosidi. 

Saat ini, Huawei telah mendirikan lebih dari 1.900 akademi TIK di lebih dari 110 negara dan wilayah. Akademi ini mampu melatih lebih dari 150.000 siswa di seluruh dunia setiap tahunnya. Di Indonesia, Huawei ASEAN Academy telah berdiri dan beroperasi, serta siap untuk merealisasikan komitmen Huawei dalam mencetak 100 ribu talenta TIK Indonesia hingga 2025 mendatang. 

Tidak hanya itu, Huawei telah memberikan pelatihan, pembekalan dan sertifikasi kepada lebih dari 83.000 penerima manfaat.

"Keberadaan SDM yang menguasai bidang TIK menjadi kunci penting bagi Indonesia mewujudkan visi besar sekaligus meningkatkan daya saing," tambah Rosidi. 

Baca Juga: Demi Perkuat Penguasaan Pasar, Anak Usaha Pertamina Jalin Kerja Sama dengan KKMC

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Nadia Khadijah Putri
Editor: Rosmayanti

Advertisement

Bagikan Artikel: