Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Orang Dekat Anies soal Deal Politik dengan Cak Imin: 'Capres Ditugaskan Memilih Cawapres'

Orang Dekat Anies soal Deal Politik dengan Cak Imin: 'Capres Ditugaskan Memilih Cawapres' Kredit Foto: Instagram/Sudirman Said
Warta Ekonomi, Jakarta -

Anggota Tim 8 Koalisi Perubahan Sudirman Said berkomentar terkait lontaran isu dari Sekjen Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya yang menyatakan bahwa capres dari Koalisi Perubahan, Anies Baswedan telah mengambil keputusan secara sepihak dan bersedia dipasangkan dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar di Pilpres 2024.

Sudirman menyebut dalam butir 3 Piagam Kerjasama Tiga Partai antara Nasdem, PKS, Demokrat, capres diberikan tugas untuk memilih cawapres.

"Tugas ini dipahami penuh oleh capres," kata Sudirman Said.

Dia menyebut Anies sebagai capres telah melakukan tugas itu dengan membahas dengan berbagai pihak, mereview semua pilihan nama yang diusulkan.

"Setelah melalui proses penjajakan, pembahasan, dan eliminasi sampai pada kenyataan bahwa nama yang tersedia dan bersedia adalah Agus Harimurti Yudhoyono. Hal ini disampaikan kepada semua pimpinan partai dalam koalisi di bulan Juni 2023," tambahnya.

Akan tetapi, lanjut Sudirman, para pimpinan partai merespon secara beragam atas usulan ini.

"Ada partai yang berpandangan bahwa menyetujui dan meminta segera ditetapkan. Kedua, ada yang berpandangan bahwa tidak perlu terburu-buru menetapkan tapi menunggu menjelang akhir pendaftaran sembari mengantisipasi bila ternyata muncul opsi nama lain. Perbedaan pandangan antar partai ini belum menemukan titik temu. Karena belum terjadi kesepakatan, maka proses penentuan calon wakil presiden tidak bisa diputuskan," tambahnya.

Sebelumnya, Sekjen Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya mengumumkan Anies Baswedan, bakal calon presiden yang mulanya diusung bersama NasDem, Partai Demokrat, dan PKS, menyetujui secara sepihak kerja sama politik NasDem dan PKB.

Anies juga diyakini oleh Demokrat menyetujui sepihak penetapan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai bakal calon wakil presiden.

"Tiba-tiba terjadi perubahan fundamental dan mengejutkan. Pada Selasa malam, 29 Agustus 2023, di Nasdem Tower, secara sepihak Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh tiba-tiba menetapkan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai cawapres Anies, tanpa sepengetahuan Partai Demokrat dan PKS. Malam itu juga, capres Anies dipanggil oleh Surya Paloh untuk menerima keputusan itu. Sehari kemudian, 30 Agustus 2023, capres Anies dalam urusan yang sangat penting ini, tidak menyampaikan secara langsung kepada pimpinan tertinggi PKS dan Partai Demokrat, melainkan terlebih dahulu mengutus Sudirman Said untuk menyampaikannya," papar Teuku Riefky.

Baca Juga: Industri Perkebunan Berpegang Teguh Pada Konsep Bisnis Berkelanjutan

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat

Advertisement

Bagikan Artikel: