Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Perlu Sinergi, Menteri Arifin Tasrif Ungkit Lagi Urgensi Interkonektivitas Listrik ASEAN

Perlu Sinergi, Menteri Arifin Tasrif Ungkit Lagi Urgensi Interkonektivitas Listrik ASEAN Kredit Foto: Djati Waluyo

"Deklarasi Bersama AMEM-41 dan Pernyataan Bersama BIMP adalah milestone yang penting bagi kerja sama energi di ASEAN. Negara anggota ASEAN memiliki visi yang sama pada pengembangan sektor energi di masa depan, dengan akselerasi transisi energi dan pencapaian ketahanan energi berkelanjutan," ucapnya. 

Lanjutnya, Indonesia juga berencana untuk membangun Super Grid untuk meningkatkan konektivitas dan mengurangi intermitensi kelistrikan di lima pulau besar Indonesia, yaitu Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara-Bali.

Baca Juga: Arifin Tasrif Beberkan Sejumlah Program Kementerian ESDM Bermanfaat bagi Masyarakat

"Interkonektivitas ini akan mengoptimalisasikan pemanfaatan sumber energi terbarukan dan menciptakan sistem energi yang andal di seluruh wilayah Indonesia," ungkapnya. 

Arifin menyebut, tenaga hidro, sebagai salah satu potensi energi terbarukan, dapat menjadi pilihan yang unggul untuk menjamin ketahanan energi berkelanjutan di Asia Tenggara. Total potensi energi terbarukan di ASEAN mencapai 17.229 Gigawatt, di mana potensi hidro mencapai 261 GW.

"Pengembangan pembangkit listrik tenaga hidro perlu dilakukan dengan fokus pada keberlanjutan, dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat sekitar dan kelestarian ekosistem. Lebih lanjut lagi, kita perlu kemajuan teknologi dan perbaikan dalam desain proyek dan manajemen," ujarnya. 

Arifin menyampaikan, komitmen yang kuat dari negara anggota ASEAN untuk berintegrasi pada inisiatif pengembangan energi bersih dan terbarukan, termasuk tenaga hidro adalah pondasi yang kuat untuk kesuksesan transisi energi untuk masa depan berkelanjutan.

Baca Juga: Arifin Tasrif Ungkap Indonesia Punya 15 Proyek CCS/CCUS Senilai Rp122,73 Triliun

"Saya ingin menekankan bahwa kesepakatan dan hasil dari dialog ini akan berperan penting dalam menciptakan agenda energi di ASEAN. Rekomendasi dialog ini juga akan menjadi kunci transisi energi kita," pungkasnya

Baca Juga: Industri Perkebunan Berpegang Teguh Pada Konsep Bisnis Berkelanjutan

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Djati Waluyo
Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: