Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

NU dan Muhammadiyah: Bantuan Kemanusiaan Lebih Berguna Daripada Boikot

NU dan Muhammadiyah: Bantuan Kemanusiaan Lebih Berguna Daripada Boikot Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ajakan boikot produk Israel di Indonesia dinilai tidak efektif dalam menghentikan penjajahan kaum Zionis di Gaza, Palestina.

Gerakan tersebut diyakini hanya akan merugikan masyarakat Indonesia dibanding menolong warga Gaza.

"Memberikan donasi bantuan kemanusiaan ke Palestina itu yang paling penting untuk kita lakukan, termasuk juga diplomasi internasional di PBB," kata Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Fahrur Rozi alias Gus Fahrur di Jakarta.

Dia menjelaskan, menggalang dukungan internasional di PBB perlu dilakukan agar serangan Israel ke masyarakat Palestina bisa segera dihentikan.

NU juga akan berupaya mendukung pemerintah untuk menggalang dukungan internasional di PBB agar hal tersebut dapat terealisasi.

Menurut Gus Fahrur, semua masyarakat Indonesia bisa mendukung penghentian serangan Israel ke Palestina dengan melakukan sesuai kemampuan, minimal dengan doa. Dibanding melakukan aksi-aksi boikot yang justru merugikan masyarakat sendiri.

"Semoga doa kita dikabulkan Allah. PBNU secara khusus sudah memerintahkan kepada warganya untuk berdoa qunut nazilah," katanya.

Dia berharap agar tidak ada pihak manapun yang justru memanfaatkan konflik Israel-Palestina ini untuk mengadu domba masyarakat sehingga tidak terjadi kerusuhan di dalam negeri. Dia menegaskan, cara-cara terbaik harus ditempuh untuk mendukung kemerdekaan Palestina.

"Tidak boleh ada yang mengail di air keruh, memanfaatkan suasana untuk membikin keributan apalagi terorisme. Kita dukung kemerdekaan Palestina dengan cara yang lebih baik," katanya.

Seruan serupa juga disuarakan Lazismu Muhammadiyah. Lazismu telah menyalurkan bantuan berupa RendangMu dan Family Kit kepada rakyat Palestina.

Penyaluran bantuan yang dilakukan Lazismu berasal dari berbagai pihak, baik perorangan, komunitas dan organisasi hingga perusahaan.

Ketua Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah, Ahmad Imam Mujadid Rais mengungkapkan bahwa bantuan gelombang pertama juga sudah dikirimkan pada awal November ini.

"Kita tahu bersama beberapa waktu lalu Indonesia melakukan gerakan solidaritas di Jakarta yang juga dilakukan oleh masyarakat seluruh dunia sebagai bentuk solidaritas," kata Rais saat menerima donasi dari Danone Indonesia untuk Palestina di kantor Lazismu.

Dalam kesempatan itu, Danone Indonesia menyerahkan donasi secara langsung dimana pendistribusiannya seluruhnya diamanahkan ke Lazismu.

Mengenai berbagai bentuk aksi solidaritas terhadap palestina, Rais menghimbau agar ummat membantu sesuai dengan kemampuannya masing-masing.

"Yang mampu menyumbang dalam bentuk materi, silakan berdonasi. Tapi kalau kita sanggup memberikan tenaga, bisa menjadi relawan di Rafah," katanya.

Disamping menyalurkan bantuan, Rais sekaligus mengingatkan masyarakat agar berhati-hati menyikapi aksi solidaritas, terutama ajakan boikot. Sebab, bisa saja hal tersebut merugikan bangsa dan ekonomi ummat.

"Kita tidak tau di balik jejaring ekonomi di satu produk, ternyata di situ banyak sekali sumber daya manusia saudara-saudara kita di tanah air," katanya.

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyebut sejauh ini pun tidak ada produk Israel yang masuk secara langsung ke Indonesia. Dia melanjutkan, kalaupun ada produk Israel yang masuk Indonesia maka biasanya melewati negara lain.

"Ndak mempan. Apa sih yang kita mesti boikot Israel? Barangnya juga tidak ada yang masuk, bisa masuk dari negara lain," kata Jusuf Kalla di Jakarta belum lama ini.

Ketua Dewan Masjid Indonesia ini pun mendorong persatuan negara-negara di dunia untuk mendesak Israel menghentikan tindakannya ke Gaza. JK menyebut kekejaman Israel di Gaza haruslah dihentikan atas nama kemanusiaan.

Baca Juga: Industri Perkebunan Berpegang Teguh Pada Konsep Bisnis Berkelanjutan

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat

Advertisement

Bagikan Artikel: