Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Kemenparekraf Visitasi Desa Wisata Balla Barakaka ri Galesong di Takalar

Kemenparekraf Visitasi Desa Wisata Balla Barakaka ri Galesong di Takalar Kredit Foto: Kemenparekraf
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melakukan visitasi ke Desa Wisata Balla Barakaka ri Galesong, Kabupaten Takalar.

Desa Wisata Balla Barakaka ri Galesong merupakan salah satu desa yang masuk daftar Anugerah Desa Wisata Indonesia 2023.

Kunjungan ini dipimpin langsung Direktur Tata Kelola Destinasi, Indra Ni Tua dan dua juri ADWI, Adie Darmawan dan Agus Wiyono.

Turut mendampingi kunjungan, Pj Bupati Takalar Setiawan Aswad, Kepala Disbudpar Sulsel, Asriady Sulaiman dan jajaran Forkopimda Takalar lainnya.

Baca Juga: Kemenparekraf-BRIN Kolaborasi Kaji Skema Pembiayaan Indonesia Spice up The World

Setelah itu, rombongin menaiki menaiki sepeda ontel menuju lokasi presentasi. Di lokasi pameran, ada beragam stand berisi produk UMKM Desa Galesong, mulai dari ukiran hingga kue khas.

Direktur Tata Kelola Destinasi, Indra Ni Tua mengatakan Desa Wisata Balla Barakkaka ri Galesong punya potensi wisata berbasis budaya dan kuliner. Terlebih dengan adanya Balla Lompoa sebagai simbol kerajaan Galesong.

Selain itu, di Galesongjuga bisa ditemukan berbagai kuliner lokal. Potensi budaya dan kuliner semakin sempurna dengan adanya pemandangan wisata alam seperti bentangan sungai, persawahan dan pantai.

"Bagi wisatawan yang berkunjung ke desa ini, bisa memanjakan rasa dengan kehadiran UMKM rumah makan ikan khas Galesong, kuliner ini bisa menjadi magnet yang tak terlupakan bagi para wisatawan," katanya.

Baca Juga: 8,5 Juta Wisman Sudah Merasakan Alam Indonesia, Optimisme Rasuki Kemenparekraf

Dalam kesempatan itu, Indra Ni Tua juga menjelaskan melalui program Anugerah desa wisata Indonesia 2023 ini juga diharapkan bisa menjadi daya Tarik pariwisata Indonesia, sehingga dapat meningkatkan perekonomian desa tersebut sekaligus mengarahkan kolaborasi antar akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah dan media untuk kemajuan desa wisata.

"Selain itu program ini dapat menjaring database desa wisata baru dari pendaftaran di website jejaring desa wisata (Jadesta) yang merupakan website resmi yang dikembangkan oleh Kemenparekraf," jelasnya.

Berdasarkan data Kemenparekraf, setelah sukses di tahun 2021 dengan 1. 831 peserta, meningkat tajam di 2022 dengan 3.419 desa wisata, dan di tahun 2023 ini menjadi 4. 573 desa wisata terjaring dari Sabang sampai Merauke.

Baca Juga: Nasib Apes Imigran Gelap Asal Pakistan, Ditipu Agen hingga Diusir dari Bali

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Advertisement

Bagikan Artikel: