Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Ulik Komunikasi Jarak Jauh di Bidang Metaverse dan Pendidikan, di Acara RTE Indonesia 2023

Ulik Komunikasi Jarak Jauh di Bidang Metaverse dan Pendidikan, di Acara RTE Indonesia 2023 Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Acara RTE (Real-Time Engagement) kembali digelar di Indonesia sebagai bagian dari rangkaian RTE di seluruh dunia. RTE memungkinkan interaksi dan komunikasi langsung melalui video, suara, atau obrolan dalam konteks berbagi, seperti aplikasi.

Acara RTE Indonesia 2023 digelar pada Kamis (05/10/2023) dan diikuti oleh peserta yang berkecimpung di dunia teknologi khususnya metaverse dan pendidikan. Konsep acara ini adalah talkshow bicara santai dengan panelis yang ahli di bidangnya.

Tujuan dari acara ini adalah untuk berbagi ilmu mengenai metaverse dan edukasi yang tentunya tidak lepas dari pemanfaatan teknologi RTE. Selain itu, acara ini juga didukung oleh Agora, perusahaan penyedia layanan RTE terkemuka yang berbasis di Amerika Serikat.

Baca Juga: Cara Baru Promosi Rokok Jerat Anak Muda dengan Mengakali Regulasi Lewat Metaverse, Advergames, dan NFT

Pembicara pada bidang metaverse adalah Andrew Steven Puika, CTO Shinta VR; Amiranto Adi Wibowo, Founder Metasmesta; dan Hazen Muhammad, Studio Head Cebirra. Pada sesi ini, para panelis mengupas tuntas mengenai metaverse, mulai dari pengertian, tren saat ini, serta tantangan dalam mengembangkan metaverse yang praktiknya masih tergolong baru di Indonesia. Para panelis sepakat bahwa metaverse masih jauh dari mencapai potensi maksimalnya di Indonesia, dan mungkin diperlukan setidaknya satu dekade untuk mencapai puncak optimalnya.

“Metaverse di Indonesia saat ini belum banyak, tapi coba kita lihat 5 sampai 10 tahun ke depan pasti akan makin menjamur,” ujar Amiranto Adi Wibowo yang merupakan Founder dari Metasmesta.

Panelis di bidang pendidikan adalah Miklos Sunario, Co-Founder EduBeyond; Ahmad Gilang, President Director Elite Academy; dan Jelita Cahyaningtiyas, Brand Owner MilleaLab. Dalam diskusi ini, para panelis bertukar pikiran mengenai bagaimana teknologi mentransformasikan pendidikan, tantangan pendidikan dalam beradaptasi dengan perkembangan zaman, dan tren yang sedang naik daun di dunia EdTech (Teknologi Pendidikan).

Salah satu tantangan terbesar di Indonesia saat ini adalah bagaimana memberikan pendidikan yang setara bagi semua anak, terutama bagi mereka yang tinggal di pedesaan, dan mereka masih mencari solusi untuk mengatasi masalah ini.

Baca Juga: Website Lebih Inklusif, Kominfo Hadirkan Fitur Ramah Disabilitas dan Metaverse

“Pendidikan di Indonesia itu kompleks masalahnya dan perlu penanganan dari semua lapisan masyarakat, terutama pemerintah. Dengan adanya pendidikan jarak jauh tentunya mengatasi sebagian permasalahan yang ada, tinggal dibangun infrastruktur yang mumpuni,” ujar Jelita Cahyaningtiyas, Brand Owner dari MilleaLab.

Dari diskusi menarik para panelis, metaverse baru memulai perjalanannya di Indonesia sehingga masih banyak potensi menarik yang perlu digali yang tentunya sangat menarik karena konsep dari teknologi metaverse sendiri yang sangat unik. Sementara itu, para panelis di bidang pendidikan mengatakan bahwa teknologi pendidikan di Indonesia juga memiliki potensi yang besar untuk memperluas pendidikan di Indonesia.

Acara RTE sendiri merupakan acara rutin tahunan yang diadakan untuk mempertajam pengetahuan mengenai teknologi komunikasi secara real-time. Tunggu informasi selanjutnya mengenai RTE Indonesia di tahun 2024 yang tentunya akan membawa tema dan topik lebih menarik.

Baca Juga: Tim Hukum AMIN Endus Dugaan Pelanggaran Pemilu di Bali

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: