Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Blok Masela Jadi Harapan Baru Ketahanan Energi dan NZE

Blok Masela Jadi Harapan Baru Ketahanan Energi dan NZE Kredit Foto: Rena Laila Wuri
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengembangan Blok Masela di Laut Arafura, Maluku Tenggara, merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mendukung ketahanan energi nasional dan mencapai target Net Zero Emission (NZE) 2060.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Tutuka Ariadji mengatakan, Blok Masela sendiri memiliki cadangan gas sebesar 2,3 triliun standar kaki kubik (TSCF), yang berpotensi menghasilkan gas sebesar 12 miliar kaki kubik per hari (bcf/d). 

Baca Juga: Dorong NZE, Ini yang Dilakukan Pertamina

"Gas tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi nasional, terutama untuk pembangkit listrik, industri, dan transportasi," ujar Tutuka dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu (6/12/2023). 

Tutuka menyebut, Pada tanggal 28 November 2023, pemerintah menyetujui Revisi 2 Rencana Pengembangan Lapangan yang Pertama (POD I) Lapangan Abadi di WK Masela.

Dimana, revisi 2 menggabungkan kegiatan Carbon Capture Storage (CCS) ke dalam ruang lingkup proyek untuk menangkap CO2 asli dan menyimpannya kembali di Lapangan Abadi. Target awal proyek ini adalah pada tahun 2030.

Ia berharap pengembangan Lapangan Abadi segera dilaksanakan karena sejalan dengan upaya pemerintah untuk mencapai target NZE. Gas alam adalah sumber energi yang lebih bersih, dan penggunaan gas alam dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca dan mendukung upaya mitigasi perubahan iklim.

"INPEX dapat melaksanakan kegiatan pengembangan Lapangan Abadi sesuai POD," ujarnya. 

Sebagaimana diketahui, Total cadangan gas Lapangan Abadi adalah sebesar 18,54 TSCF dengan kumulatif produksi gas 16,38 TSCF (gross) atau 12,95 TSCF (sales) dan kondensat 255,28 MMSTB. Kapasitas produksi 1.600 MMSCFD + 150 MMSCFD (pipeline), kondensat 35.000 BCPD.

Pemegang Partisipasi Interes WK Masela saat ini adalah Inpex Masela Ltd (65%) sekaligus sebagai operator; PT Pertamina Hulu Energi Masela (20%); dan Petronas Masela Sdn. Bhd (15%).

Kontrak Kerja Sama WK Masela ditandatangani pada tanggal 16 November 1998 untuk jangka waktu 30 tahun dengan 7 tahun kompensasi dan 20 tahun perpanjangan. Kontrak akan berakhir pada tanggal 15 November 2055.

Baca Juga: Pertamina Tegaskan Komitmen Dukung Tercapainya NZE di 2060

Tutuka menambahkan bahwa pemerintah akan terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan pengembangan Blok Masela dapat berjalan lancar dan tepat waktu

Baca Juga: Erick Thohir Bakal Kembali Laporkan Dua Dapen yang Dikelola BUMN ke Kejagung

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Djati Waluyo
Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: