Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Kuatkan Kemitraan Ekonomi, DBS Gelar Indonesia-China Business Forum 2024

Kuatkan Kemitraan Ekonomi, DBS Gelar Indonesia-China Business Forum 2024 Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Untuk pertama kalinya, Bank DBS Indonesia menggelar acara Indonesia-China Business Forum 2024 dengan tema “Exploring Cross Border Expansion”.

Dalam acara tersebut, Bank DBS Indonesia menghadirkan wawasan mendalam dari beragam pakar terkait kemitraan vital Indonesia-Tiongkok serta pengaruhnya terhadap prospek ekonomi kedua negara.

Baca Juga: DBS Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5%

Tiongkok sendiri menjadi salah satu tujuan ekspor terbesar negara Indonesia, terutama untuk sumber daya mineral. Pada Desember 2023, ekspor nonmigas ke Tiongkok mencapai US$5.766,9 juta.

Di sisi lain, Tiongkok juga merupakan salah satu sumber impor nonmigas terbesar bagi Indonesia dengan proporsi mencapai 33,42 persen.

Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia, Lim Chu Chong menilai, hubungan bilateral dengan Tiongkok ini dapat berkontribusi pada pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang diproyeksikan tumbuh di level 5%.

"Dari segi ekonomi, kami melihat relasi ini akan semakin erat pada tahun 2024, dengan volume perdagangan bilateral yang diperkirakan melampaui US$100 miliar dan investasi yang signifikan dalam proyek infrastruktur dan energi terbarukan," kata Lim Chu Chong dalam keterangan tertulisnya, Rabu (29/5/2024).

Adapun Indonesia-China Business Forum 2024 ini menjadi wadah untuk berdiskusi dan berkolaborasi untuk mengambil langkah nyata demi pertumbuhan ekonomi kedua negara. 

Pada tahun 2023, Foreign Direct Invesment (FDI) Tiongkok di Indonesia mencapai sekitar US$7,8 miliar, menempatkannya sebagai salah satu investor terbesar di Indonesia. Sedangkan untuk sektor otomotif, Tiongkok berperan penting dalam pengembangan dan rantai pasokan mobil listrik (EV). 

Baca Juga: Tata Kelola Mumpuni, DBS Indonesia Diganjar Peringkat AAA dari Fitch Rating

Baru-baru ini, BYD mengumumkan investasi lebih dari US$1 miliar untuk pabrik mobil listrik di Jawa Barat dan beberapa pemain mobil listrik lainnya akan segera menyusul atau telah menyatakan minatnya untuk berekspansi ke Indonesia. Sementara itu, Tiongkok telah menjadi investor utama dalam industri baterai dan nikel mobil listrik di Indonesia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Andi Hidayat
Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: