Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Pertamina dan PLN Optimalkan Kapasitas PLTP untuk Percepat Transisi Energi Indonesia

Pertamina dan PLN Optimalkan Kapasitas PLTP untuk Percepat Transisi Energi Indonesia Kredit Foto: PGE
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE/PGEO) dan PT PLN Indonesia Power (PLN IP) secara resmi berkolaborasi dan memulai langkah baru dalam upaya kedua perusahaan untuk mengoptimalkan kapasitas sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Indonesia.

Direktur Utama PGEO, Julfi Hadi, menegaskan bahwa kerja sama  ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara dua perusahaan serta pemenuhan target kapasitas proyek panas bumi terpasang sebesar 1 GW.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat Raih Penghargaan Top CSR Awards 2024 Berkat Kampung Sirih Mekarsari

"Penandatanganan JDA ini menunjukkan komitmen kuat kami untuk meningkatkan pemanfaatan potensi sumber daya panas bumi yang melimpah di Indonesia dalam rangka mendukung percepatan transisi energi nasional, pencapaian komitmen pemerintah terhadap Enhanced National Determined Contribution (NDC), dan program Net Zero Emission di Indonesia," ujar Julfi.

Perjanjian ini merupakan kelanjutan dari Joint Development Study Agreement (JDSA) yang ditandatangani pada 22 Februari 2024. Salah satu fokus utama dari JDA ini adalah pengembangan proyek co-generation di dua wilayah kerja panas bumi, yang memanfaatkan brine atau air panas hasil pemisahan uap untuk meningkatkan kapasitas produksi listrik. Dua proyek utama yang siap dikembangkan adalah PLTP Ulubelu Binary Unit dan PLTP Lahendong Binary Unit, dengan potensi penambahan kapasitas terpasang masing-masing sebesar 30 MW dan 15 MW.

Dengan teknologi canggih dan pendekatan inovatif, kedua perusahaan berupaya meningkatkan nilai tambah sumber daya panas bumi dan mempercepat komersialisasi proyek-proyek tersebut. Julfi Hadi menyebutkan bahwa co-generation dapat menambah kapasitas terpasang PGE hingga 230 MW, sehingga meningkatkan efisiensi energi panas bumi secara signifikan. Julfi berharap bahwa kemitraan ini akan menjadi katalis utama dalam percepatan transisi energi di Indonesia.

"JDA ini memungkinkan kita tidak lagi hanya fokus pada peningkatan kapasitas listrik, tetapi juga pada percepatan pengembangan energi panas bumi sebagai bagian dari strategi besar transisi energi nasional. Dengan menerapkan prinsip-prinsip operational excellence, kami memastikan bahwa setiap tahap dari pengembangan hingga operasi proyek dilakukan dengan efisien dan kualitas tertinggi, sehingga mampu meningkatkan penggunaan energi terbarukan," tambah Julfi.

Langkah berikutnya adalah penyelesaian Power Purchase Agreement (PPA) secara cepat dan efisien, untuk memastikan proyek-proyek ini dapat segera dibangun dan beroperasi, memberikan manfaat optimal. Kemitraan antara PGE dan PLN IP diharapkan menjadi model bagi kolaborasi serupa di masa depan, mempercepat transisi energi dan mendukung target nasional dalam meningkatkan penggunaan energi terbarukan.

"Kami berharap JDA ini dapat menjadi contoh bagi proyek-proyek energi terbarukan lainnya di Indonesia. Dengan sinergi dan kolaborasi yang kuat, kita bisa mencapai tujuan bersama untuk menciptakan masa depan energi yang lebih berkelanjutan," ujar Julfi.

Baca Juga: DPR: Target Lifting Minyak Tidak Realistis, Fokus Energi Bersih

Ke depannya, PGE akan terus memperkuat komitmennya untuk menjadi perusahaan energi hijau kelas dunia dengan menegakkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam segala aktivitas bisnis dan operasionalnya. Berdasarkan pengumuman di Bursa Efek Indonesia pada 28 Mei, efektif 3 Juni 2024, perusahaan dengan kode saham PGEO ini masuk ke dalam indeks ESG Quality 45 KEHATI. Ini menempatkan PGEO sebagai salah satu dari 45 saham terbaik berdasarkan penilaian kinerja keberlanjutan, kualitas keuangan, likuiditas, dan implementasi aspek ESG. Pengakuan ini merupakan hasil dari berbagai inisiatif di berbagai Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) PGE, seperti pemberdayaan masyarakat di PGE Area Ulubelu, program unggulan kopi Canaya Geothermal Coffee di PGE Area Kamojang, serta program Setor Jo di PGE Area Lahendong yang mengolah limbah menjadi eco-enzym dan ecobrick.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: