Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Kabar Sawit
Video
Indeks
About Us
Social Media

Prioritas Nasional 2025, Perundingan Dagang RI-Negara Arab di Teluk Capai Kemajuan Signifikan

Prioritas Nasional 2025, Perundingan Dagang RI-Negara Arab di Teluk Capai Kemajuan Signifikan Kredit Foto: Antara/Bayu Pratama S

“Target kami dalam perundingan putaran selanjutnya, baik Indonesia maupun GCC, yaitu selesai memetakan initial offer. Tujuannya, agar dapat melihat dan memperhitungkan secara keseluruhan keuntungan yang dapat diperoleh dan dimanfaatkan Indonesia dalam memaksimalkan pembebasan bea masuk di negara-negara Kawasan Teluk,” tegas Johni.

Perundingan I-GCC FTA diluncurkan pada 31 Juli 2024. Perundingan Putaran Pertama berlangsung di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta pada 9-13 September 2024. Perundingan ini merupakan perjanjian ketiga Indonesia dengan mitra dagang di Kawasan Timur Tengah. 

Sebelumnya, Indonesia telah memiliki perjanjian Indonesia-United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-UAE CEPA) dan Indonesia-Iran Preferential Trade Agreement (PTA).

Pada 2023, total perdagangan Indonesia dan GCC mencapai USD 15,7 miliar. Ekspor Indonesia ke GCC pada 2023 mencapai USD 6,1 miliar, sementara impor Indonesia dari GCC sebesar USD 9,6 miliar.

Komoditas ekspor andalan ekspor nonmigas Indonesia ke GCC di antaranya mobil dan kendaraan bermotor, minyak kelapa sawit, perhiasan, kapal suar, kertas, dan kertas karton tidak dilapisi. Sedangkan komoditas impor utama nonmigas Indonesia dari GCC, yaitu produk setengah jadi dari besi atau baja bukan paduan, alkohol asiklik, belerang, polimer dari etilena, dan aluminium tidak  ditempa.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: