Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Kabar Sawit
Video
Indeks
About Us
Social Media

Bursa Asia Bergejolak, Pasar Soroti Dinamika Sektor Teknologi China hingga Korea Selatan

Bursa Asia Bergejolak, Pasar Soroti Dinamika Sektor Teknologi China hingga Korea Selatan Kredit Foto: Laras Devi Rachmawati
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bursa Asia kembali mencatatkan pergerakan yang variatif dalam perdagangan di Senin (17/2). Pasar menyoroti sejumlah dinamika ekonomi regional hingga ancaman tarif yang datang dari Amerika Serikat (AS).

Dilansir dari CNBC International, Selasa (18/2), berikut ini adalah catatan pergerakan sejumlah indeks utama dalam Bursa Asia. Beberapa indeks mencatatkan kenaikan yang cukup signifikan:

  • Nikkei 225 (Jepang): Bergerak stabil dengan naik hanya 0,063% ke 39.174,25.
  • Topix (Jepang): Naik 0,28% ke 2.766,9.
  • Kospi (Korea Selatan): Melonjak 0,75% ke 2.610,42.
  • Kosdaq (Korea Selatan): Naik 1,61% ke 768,48.
  • CSI 300 (China): Naik 0,21% ke 3.947,40.
  • Shanghai Composite (China): Naik 0,27% ke 3.355,83
  • Hang Seng (Hong Kong): Melemah 0,018% ke 22.616,23
  • Strait Times (Singapura): Naik 0,71% ke 3,904.85.

Pasar saat ini menyoroti sejumlah perkembangan terkait dengan dinamika ekonomi hingga keputusan suku bunga yang akan datang dari sejumlah negara di Asia.

Dari Jepang, pasar menyoroti bagaimana pertumbuhan ekonomi negara tersebut secara tahunan berhasil melebihi ekspektasi pasar di kuartal IV 2024.

Jepang mencatatkan pertumbuhan ekonomi hingga 2,8%. Capaian tersebut jauh melampaui perkiraan analis yang hanya sebesar 1%.

Dari Korea Selata, pasar menyoroti kebijakan pemerintahan setempat yang berencana untuk membeli 10.000 high performace graphics processing unit (GPU) di 2025. Hal itu bertujuan untuk pengembangan dari Akal Imitas (AI).

Adapun China juga menjadi sorotan setelah adanya pertemuan langka antara sejumlah pengusaha swasta sektor teknologi seperti Pendiri Alibaba, Jack Ma dan Presiden China, Xi Jinping.

Pertemuan tersebut dikabarkan menjadi tanda arah baru kebijakan pemerintah terhadap sektor teknologi swasta dari China. Pemerintah dikabarkan mendorong swasta untuk turut serta berinovasi dalam perlombaan pengembangan teknologi, khususnya akal imitasi dengan AS.

Baca Juga: Pakar Cium Angin Perubahan China dalam Pertemuan Xi Jinping dan Jack Ma CS

AS sendiri menjadi sorotan karena ancaman terbaru soal kebijakan tarif balasan dari Donald Trump. Baru-baru ini, pemerintah setempat berencana untuk menerapkan kebijakan tarif balasan untuk mitra dagangnya yang menerapkan tarif impor kepada barang-barang dari AS di 2 April 2025.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: