- Home
- /
- News
- /
- Megapolitan
Ikuti Langkah Trump, Uni Eropa Bakal Paksa India Pangkas Tarif Mobil hingga Wine

Uni Eropa (UE) baru-baru ini dikabarkan akan menuntut adanya penurunan tarif impor terhadap mobil hingga wine ke India. Hal ini dalam rangka menghadapi gejolak ekonomi global menyusul perang dagang dari China-Amerika Serikat (AS).
Dilansir dari Reuters, Kamis (27/2), Uni Eropa dikabarkan tengah berupaya untuk melakukan de-risking dengan mendiversifikasi rantai pasokan dan memperkuat hubungan ekonomi serta keamanan dengan India.
Baca Juga: Manuver Uni Eropa Lindungi Industri Baja dari Tarif AS
India akan dipaksa untuk memangkas tarif pada beberapa produk utama dan memperluas akses pasar bagi barang-barang Eropa. Sebagai imbalannya, mereka akan diberikan fleksibilitas dalam isu-isu pertanian guna mempercepat negosiasi perjanjian perdagangan bebas (FTA).
"Pasar India relatif tertutup, terutama untuk produk-produk utama yang menjadi kepentingan komersial Uni Eropa dan industri negara-negara anggotanya, termasuk mobil, wine, dan minuman beralkohol," ujar Pejabat Uni Eropa.
India saat ini adalah mitra dagang terbesar Uni Eropa di Asia Selatan. Total perdagangan barang antar kedua negara baru-baru ini mencapai hampir US$126 miliar di 2024. Namun, Uni Eropa menilai bahwa hambatan tarif tinggi masih menjadi kendala utama bagi ekspor dari Eropa ke India.
India sebagai sekutu penting bagi Uni Eropa. Mereka adalah bagian integral dalam menghadapi tantangan keamanan global, termasuk ancaman siber serta ketegangan geopolitik di Laut China Selatan dan kawasan Indo-Pasifik.
Adapun desakan ini muncul jelang pemberlakuan kebijakan tarif 25% untuk Meksiko dan Kanada. AS sebelumnya menegaskan bahwa kebijakan tersebut akan berjalan sesuai jadwal mulai dari 4 Maret 2025.
Baca Juga: Indonesia Temui Parlemen Uni Eropa, Bahas IEU-CEPA dan Biofuel Indonesia
Ancaman kebijakan tarif yang terus muncul ini membuat pasar khawatir termasuk bagi India dan Uni Eropa. Diharapkan, kerja sama dua negara ini bisa memberikan opsi perdagangan yang lebih luas di tengah ketidakpastian kebijakan tarif global.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait:
Advertisement