Alasan Intel Tunda Pembangunan Pabrik Chip Senilai US$28 Miliar di Amerika Serikat

Intel mengejutkan pasar dengan mengumumkan bahwa akan terjadi delay dalam pembangunan fasilitas pabrik chip semikondutor senilai US$28 miliar di New Albany, Ohio, Amerika Serikat (AS).
General Manager Intel Foundry Manufacturing, Naga Chandrasekaran mengatakan bahwa fasilitas pabrik yang tengah dibangun pihaknya kini diperkirakan baru akan selesai pada 2030.
Baca Juga: Intel Luncurkan Prosesor Xeon 6 untuk Solusi AI dan Jaringan Terdepan
Ia menyebutkan bahwa penundaan ini tidak terlepas dari kondisi perusahaan yang tengah berupaya untuk mengoptimalkan anggaran belanja modalnya menyusul beban kondisi keuangan yang menyerang dari Intel.
"Kami mengambil pendekatan yang hati-hati untuk memastikan proyek ini diselesaikan dengan cara yang bertanggung jawab secara finansial," ujar Naga Chandrasekaran, dilansir dari Reuters, Minggu (2/3).
Adapun Chief Financial Officer Intel, David Zinsner sebelumnya pernah menegaskan bahwa pihaknya memiliki target untuk menjaga pengeluaran operasional dalam kisaran US$17,5 miliar pada 2025.
Baca Juga: Databricks Ekspansi ke Indonesia, Dorong Pertumbuhan AI dan Data Intelligence di ASEAN
Hal ini menjadi catatan baru dalam upaya penghematan anggaran yang dilakukan oleh Intel. Tahun lalu, perusahaan setiaknya telah melakukan pemutuhan hubungan kerja (PHK). Hal itu juga diikuti dengan penangguhan pembayaran dividen hingga pemotongan drastis belanja modal.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait:
Advertisement