Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Terpangkas 51,77 Persen, Laba Bersih ABM Investama (ABMM) Sisa US$139,36 Juta di 2024

Terpangkas 51,77 Persen, Laba Bersih ABM Investama (ABMM) Sisa US$139,36 Juta di 2024 Kredit Foto: ABM Investama
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT ABM Investama Tbk (ABMM) tampaknya menghadapi tantangan sepanjang tahun 2024. Berdasarkan laporan keuangan terbarunya, Perseroan membukukan pendapatan dari kontrak pelanggan sebesar US$1,20 miliar, mengalami penurunan 9% dari US$1,49 miliar pada tahun sebelumnya.

Penurunan tersebut menyebabkan beban pokok pendapatan ABMM juga sedikit merosot menjadi US$1,06 miliar dari US$1,10 miliar, namun laba bruto turun tajam ke US$131,19 juta dibandingkan US$392,04 juta pada 2023.

Baca Juga: ABM Investama (ABMM) Akuisisi PJU Senilai US$57 Juta, Tambah Cadangan Batu Bara!

Di sisi operasional, beban penjualan dan distribusi tercatat US$3,81 juta, sementara beban umum serta administrasi mencapai US$53,07 juta. Dampaknya, laba usaha turun drastis menjadi US$107,85 juta dari US$305,62 juta.

Penurunan kinerja ini juga berimbas pada laba bersih yang anjlok 51,77% menjadi US$139,36 juta dibandingkan US$289 juta di tahun sebelumnya. Laba per saham dasar pun ikut menyusut ke US$0,05062 dari US$0,10497.

Meskipun mengalami tekanan pada profitabilitas, neraca keuangan ABMM tetap menunjukkan ketahanan. Per 31 Desember 2024, total aset perusahaan tercatat sebesar US$2,09 miliar, hanya sedikit turun dari US$2,15 miliar.

Baca Juga: Lewat Beberapa Inisiatif, ABM Investama Tegaskan Komitmen Terhadap Bisnis Keberlanjutan

Aset tersebut terdiri dari US$534,44 juta aset lancar dan US$1,56 miliar aset tidak lancar. Sementara itu, liabilitas berkurang menjadi US$1,24 miliar dari US$1,39 miliar dan ekuitas mengalami kenaikan signifikan menjadi US$847,25 juta dari US$758,92 juta.

Terlepas dari tantangan dalam perolehan laba, penurunan liabilitas dan kenaikan ekuitas menunjukkan bahwa ABMM masih memiliki struktur keuangan yang kuat. 

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri