KEK Industropolis Batang Bakal Serap 58.145 Tenaga Kerja, Terutama di Sektor Manufaktur, Logistik, dan Distribusi

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang di Jawa Tengah pada Kamis, 20 Maret 2025.
Peresmian ini menandai babak baru dalam upaya pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja di sektor manufaktur, logistik, dan distribusi.
Presiden Prabowo menyatakan bahwa proyek ini merupakan simbol keberlanjutan pembangunan yang telah dirintis oleh pemerintah sebelumnya.
KEK Industropolis Batang menargetkan investasi sebesar Rp75,8 triliun dalam lima tahun ke depan. Selain itu, proyek ini diklaim mampu menyerap 58.145 tenaga kerja di berbagai sektor, terutama manufaktur, logistik, dan distribusi.
Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah dan nasional, sekaligus mengurangi angka pengangguran di Jawa Tengah dan sekitarnya.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi kepada para pendahulunya, termasuk mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang telah meletakkan fondasi bagi pembangunan KEK Batang.
Prabowo menekankan pentingnya keberlanjutan pembangunan dan mengundang para mantan presiden untuk hadir dalam acara seremonial seperti ini.
"Semua presiden yang telah bekerja keras, semua kabinet yang telah bekerja keras, dan khususnya pendahulu-pendahulu saya, sebaiknya diundang juga supaya mereka melihat apa yang mereka tanam sekarang sudah kelihatan hasilnya," ujar Prabowo.
Baca Juga: Songsong Ekonomi 8%, KEK Industropolis Batang Teken Kerja Sama TCTP dengan BUMN Tiongkok
KEK Batang sebelumnya dikenal sebagai Kawasan Industri Terpadu Batang, yang ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 106 Tahun 2022 pada era pemerintahan Jokowi. Kawasan ini dirancang untuk menjadi pusat industri modern yang terintegrasi dengan fasilitas logistik dan distribusi yang memadai.
Dengan lokasi strategis di Jawa Tengah, KEK Batang diharapkan dapat menjadi hub ekonomi yang menghubungkan wilayah-wilayah penting di Pulau Jawa.
Keberadaan KEK Industropolis Batang diharapkan tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi melalui investasi dan penciptaan lapangan kerja, tetapi juga memberikan dampak sosial yang signifikan.
Masyarakat sekitar diharapkan dapat menikmati manfaat dari pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas hidup, dan kesempatan untuk mengembangkan usaha kecil dan menengah (UKM).
Dengan peresmian ini, pemerintah optimis bahwa KEK Batang akan menjadi salah satu lokomotif pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan.
Proyek ini juga diharapkan dapat menarik lebih banyak investor asing dan domestik, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu destinasi investasi terkemuka di Asia Tenggara.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait:
Advertisement