Modernisasi SOC, Leonardo Hutabarat Ajak Perusahaan Beralih ke Cyber Security Berbasis Perilaku
Kredit Foto: Istimewa
Evolusi serangan siber di Indonesia kini telah mencapai tahap yang mengkhawatirkan. Peretas tidak lagi sekadar menyerang kerentanan sistem, melainkan menargetkan perilaku manusia dan kredensial sah karyawan.
Menghadapi pergeseran ini, Leonardo Ezra Partukkoan Hutabarat, praktisi keamanan data dan cyber security, menyerukan pentingnya modernisasi strategi pertahanan. Ia menilai metode keamanan tradisional yang hanya berbasis aturan statis (rule-based) sudah tidak relevan lagi untuk membendung serangan modern.
Leonardo menyoroti kelemahan mendasar dari banyak Security Operations Center (SOC) saat ini. Tim keamanan sering kali kewalahan menghadapi ribuan notifikasi peringatan setiap hari. Fenomena yang dikenal sebagai alert fatigue ini menyebabkan analis menjadi kebal dan berpotensi melewatkan indikator serangan yang sebenarnya.
“Kita harus mengubah pola pikir. Keamanan bukan lagi soal seberapa banyak log yang bisa kita kumpulkan, tetapi seberapa cepat kita bisa memahami cerita di balik log tersebut. Di sinilah peran krusial dari use case yang dirancang berbasis perilaku,” tegas Leonardo Hutabarat.
Baca Juga: Pajak Digital Tembus Rp44,55 Triliun, Langganan ChatGPT Kena PPN 11%
Dalam pendekatannya, Leonardo mengedepankan implementasi teknologi User and Entity Behavior Analytics (UEBA). Ia menjelaskan bahwa serangan siber canggih, seperti ancaman dari orang dalam (insider threat) atau pembajakan akun (account compromise), sering kali terlihat seperti aktivitas normal jika dilihat secara terpisah. Namun, dengan pendekatan use case yang tepat, sistem dapat mendeteksi penyimpangan perilaku yang halus.
Sebagai contoh, Leonardo merinci skenario di mana seorang karyawan tiba-tiba mengakses data sensitif dalam jumlah besar di luar jam kerja. Sistem keamanan tradisional mungkin mengabaikannya jika karyawan tersebut memiliki hak akses yang sah. Sebaliknya, pendekatan yang didorong oleh Leonardo akan langsung menandai aktivitas ini sebagai anomali berisiko tinggi karena menyimpang dari pola kebiasaan pengguna (baseline behavior).
Leonardo sering memanfaatkan kapabilitas platform analitik canggih seperti Exabeam untuk mewujudkan strategi ini. Platform tersebut memungkinkan pembuatan lini masa (timeline) otomatis untuk setiap pengguna dan perangkat. Hal ini memudahkan tim keamanan untuk melakukan investigasi tanpa perlu menyusun kepingan data secara manual dari berbagai sumber.
“Otomasi dan konteks adalah kunci. Ketika use case mampu menyajikan konteks kejadian secara utuh, tim SOC dapat mengambil keputusan valid dalam hitungan menit, bukan berhari-hari,” tambah Leonardo.
Baca Juga: Bank Sentral China Luncurkan Kerangka Baru Yuan Digital Mulai 2026
Leonardo Hutabarat juga menekankan bahwa inisiatif keamanan siber harus memberikan nilai tambah bagi bisnis. Ia aktif mengedukasi organisasi bahwa investasi pada deteksi dini jauh lebih hemat dibandingkan biaya pemulihan pasca-insiden. Serangan ransomware atau kebocoran data pelanggan dapat menghancurkan reputasi yang dibangun bertahun-tahun.
Melalui penerapan use case yang terukur, Leonardo membantu perusahaan memetakan risiko spesifik yang paling mengancam keberlangsungan bisnis mereka. Strategi ini memastikan bahwa anggaran keamanan dialokasikan untuk melindungi aset yang paling kritikal. Selain itu, laporan keamanan yang dihasilkan menjadi lebih relevan bagi jajaran eksekutif karena berbicara tentang risiko bisnis, bukan sekadar istilah teknis yang rumit.
Kontribusi Leonardo dalam industri keamanan siber Indonesia memberikan perspektif baru bagi perusahaan yang sedang menjalani transformasi digital. Ia membuktikan bahwa dengan strategi yang tepat, keamanan siber dapat menjadi pendorong inovasi yang aman, sekaligus benteng kokoh dalam menjaga kepercayaan pemangku kepentingan.
Ke depan, Leonardo optimis bahwa adopsi keamanan berbasis perilaku akan menjadi standar baru bagi organisasi yang ingin bertahan di tengah derasnya arus ancaman digital.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait:
Advertisement