Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Wall Street Ditutup Mixed Saat Hari Perdagangan Pertama 2026

Wall Street Ditutup Mixed Saat Hari Perdagangan Pertama 2026 Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bursa Saham Amerika Serikat (AS) Wall Street ditutup bervariasi pada hari perdagangan pertama tahun ini di Jumat (2/1). Hal ini menyusul volume transaksi yang relatif tipis akibat libur dan kehati-hatian investor menjelang rilis data ekonomi penting di Negeri Paman Sam.

Dilansir dari Reuters, Senin (5/1), Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,66% ke 48.382,39. Sementara S&P 500 menguat tipis 0,19% ke 6.858,47. Sebaliknya, Nasdaq Composite melemah 0,03% ke 23.235,63.

Baca Juga: MIND ID Catat Kinerja Gemilang, Saham Timah (TINS) Juara dengan Lonjakan 190%!

Manajer Portofolio Argent Capital, Jed Ellerbroek mengatakan bahwa pergerakan pasar mencerminkan kondisi perdagangan libur.

“Hari ini seperti hari perdagangan liburan, volumenya ringan dan partisipasi pasar tidak normal,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa saham-saham value mengungguli growth, sementara sektor infrastruktur kecerdasan buatan (AI) mencatat kinerja positif. Saham-saham dalam sektor utilitas, industri dan energi turut menguat, didorong oleh perannya sebagai penerima manfaat dari investasi akal imitasi.

Ke depan, perhatian pasar akan tertuju pada kebijakan moneter, seiring mendekatnya akhir masa jabatan dari Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell.

Selain itu, jadwal rilis data ekonomi diperkirakan kembali normal setelah sempat terganggu oleh penutupan panjang pemerintah federal, dengan sejumlah indikator tertunda dijadwalkan rilis dalam beberapa hari ke depan.

Investor juga akan mencermati sejauh mana pasar mulai merasakan dampak dari investasi besar-besaran dalam teknologi kecerdasan buatan, yang masih berada pada tahap awal pengembangan.

Baca Juga: Purbaya Minta Direksi BEI Berantas Saham Gorengan

Tahun ini juga diperkirakan akan diwarnai oleh volatilitas geopolitik, termasuk sejumlah ketegangan dalam berbagai kawasan dan negosiasi terkait upaya mengakhiri perang dari Rusia-Ukraina.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: