Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) mulai menjajaki fasilitas pinjaman dari bank dan lembaga keuangan seiring masuknya manajemen baru yang bersiap menggeber transformasi bisnis perseroan. Langkah tersebut dilakukan setelah pemegang saham menyetujui rencana penjaminan aset dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 19 Desember 2025.
Direktur Utama Geoprima Solusi, Dionysius Tjokro, mengatakan perseroan telah melakukan pembicaraan awal dengan sejumlah bank dan lembaga keuangan untuk memperoleh fasilitas pinjaman guna memperkuat likuiditas dan mendukung rencana bisnis ke depan.
“Kami terus melakukan penjajakan ke beberapa pihak untuk mendapatkan fasilitas pinjaman. Meskipun belum ada keputusan pasti, yang jelas rencana ini sudah mendapat persetujuan melalui RUPSLB,” kata Dion, Jakarta, Jumat, 2 Januari 2026.
Baca Juga: Tjokro Group Resmi Kendalikan GPSO, Aset Dipacu Jadi Rp5 Triliun
Persetujuan tersebut mencakup penjaminan aset perseroan dengan nilai lebih dari satu per dua bagian atau seluruh harta kekayaan perusahaan untuk memperoleh fasilitas pinjaman dalam jangka waktu 12 bulan ke depan.
Dion menyampaikan, respons dari para calon mitra pendanaan sejauh ini cukup positif dan dinilai sejalan dengan kondisi pasar keuangan saat ini. Menurut dia, tren suku bunga yang relatif rendah membuka peluang bagi perseroan untuk memperoleh pembiayaan dengan biaya yang lebih kompetitif.
Ia menjelaskan, tambahan likuiditas dari fasilitas pinjaman tidak akan membebani perseroan secara berlebihan, mengingat biaya bunga yang berpotensi lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya.
Selain faktor suku bunga, kondisi neraca perusahaan juga menjadi pertimbangan utama dalam rencana pencarian pinjaman tersebut. Hingga 30 September 2025, Geoprima Solusi mencatat total liabilitas sebesar Rp9,61 miliar, jauh di bawah ekuitas perseroan yang mencapai Rp41,43 miliar.
“Jadi dari sisi neraca pun kami masih punya ruang yang cukup besar untuk menerima fasilitas pinjaman,” ujar Dion.
Baca Juga: Efisiensi Biaya, Anabatic (ATIC) Jual Saham Entitas Anak Senilai Rp4,2 Miliar
Langkah penjajakan pinjaman ini dilakukan tak lama setelah Geoprima Solusi merombak jajaran direksi dan komisaris melalui RUPSLB. Dalam rapat tersebut, perseroan mengangkat Dionysius Tjokro sebagai Direktur Utama dan Axel Tobias Joel sebagai Direktur.
Sementara itu, posisi Komisaris Utama diisi oleh Karnadi Margaka, dengan Adi Sulaiman sebagai Komisaris dan Purwan Habibie Siswanto sebagai Komisaris Independen.
Dion menegaskan, perubahan susunan manajemen menjadi bagian dari agenda transformasi bisnis yang telah mulai dijalankan perseroan. Kehadiran manajemen baru diharapkan dapat mempercepat penataan strategi usaha dan memperkuat fundamental perusahaan.
Ia menambahkan, fasilitas pinjaman yang tengah dijajaki akan diarahkan untuk mendukung agenda transformasi tersebut, sehingga perseroan memiliki fondasi keuangan yang lebih kuat dalam menjalankan rencana bisnis ke depan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait:
Advertisement