Kredit Foto: Kemenperin
Materi yang diberikan meliputi strategi pemasaran digital, strategi berjualan di lokapasar, serta praktik fotografi produk, dengan narasumber dari Universitas Prasetiya Mulya, Shopee Indonesia, dan Universitas Ciputra Jakarta.
Selanjutnya, para perajin mengikuti bimbingan teknis desain dan pola alas kaki yang diselenggarakan pada 15–17 Desember 2025 dengan narasumber dari BPIPI. Program pembinaan kemudian dilanjutkan dengan pendampingan oleh mentor dari Universitas Prasetiya Mulya hingga tahun 2026 bagi peserta terpilih.
“Kami berharap hasil pembinaan ini dapat menjadi modal dasar bagi para perajin, tidak hanya untuk bertahan, tetapi juga memperkuat kondisi internal usaha, memahami kebutuhan bisnis secara lebih tepat, serta menentukan langkah strategis untuk mengembangkan usaha dan menghadapi dinamika pasar,” jelas Budi.
Ke depan, Budi mendorong para perajin untuk memanfaatkan berbagai dukungan pemerintah, mulai dari fasilitas pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Industri Padat Karya (KIPK), layanan konsultasi teknis dengan BPIPI, hingga program Restrukturisasi Mesin dan Peralatan bagi IKM untuk peremajaan mesin dan peningkatan kapasitas produksi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Advertisement