Liburan Terjangkau, Widarin Vacation Hadirkan Paket Wisata Korea di Bawah Rp10 Juta untuk Gen Z
Kredit Foto: Widarin Vacation
Anggaran untuk bepergian ke luar negeri tetap menjadi salah satu kendala terbesar bagi kaum muda Indonesia.
Walau ketertarikan pada destinasi wisata mancanegara terus bertumbuh, besaran biaya paket yang mencapai belasan bahkan puluhan juta rupiah.
Menjadikan perjalanan ke luar negeri sering dianggap sebagai kebutuhan tersier yang sulit diakses, terutama oleh kalangan mahasiswa dan mereka yang baru memulai karier.
Hal ini selaras dengan kebiasaan konsumsi generasi muda yang semakin pragmatis.
Mereka tak sekadar mempertimbangkan pengalaman, melainkan juga nilai ekonomi di balik setiap pembelanjaan.
Dalam situasi tersebut, tarif menjadi unsur penentu dalam mengambil keputusan untuk berwisata.
Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira, dalam sejumlah publikasi media nasional menilai bahwa konsumen muda saat ini lebih mengedepankan prinsip value for money dibandingkan citra kemewahan semata.
“Generasi muda cenderung lebih kritis dalam membelanjakan pendapatan mereka. Produk dan layanan yang mampu menawarkan pengalaman dengan harga rasional memiliki peluang lebih besar untuk diterima pasar,” ujar Bhima Yudhistira.
Menangkap perubahan perilaku tersebut, Widarin Vacation menghadirkan paket wisata Korea Selatan dengan harga mulai dari Rp9,9 jutaan. Angka ini berada di bawah rata-rata harga pasar untuk destinasi serupa yang selama ini berada pada kisaran belasan juta rupiah.
Baca Juga: Langkah Strategis KLH Jaga Daya Saing Pariwisata dan Keberlanjutan Lingkungan di Bali
Widarin Vacation menjelaskan bahwa skema harga tersebut dicapai melalui strategi efisiensi bisnis secara menyeluruh, mulai dari optimalisasi perencanaan perjalanan, pemilihan mitra lokal, hingga pemanfaatan kanal digital sebagai jalur distribusi utama. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan menekan biaya operasional tanpa menghilangkan elemen utama dalam pengalaman wisata.
“Kami melihat adanya kesenjangan antara minat anak muda untuk berwisata ke luar negeri dan kemampuan finansial mereka. Melalui manajemen yang efisien dan transparan, kami ingin membuka akses yang lebih luas agar perjalanan ke Korea dapat dijangkau oleh segmen Gen Z dan first jobber,” ujar Teghar Syahranu, CEO Widarin Vacation.
Langkah ini menempatkan Widarin sebagai salah satu pelaku industri perjalanan yang mencoba merespons dinamika pasar dengan pendekatan harga yang lebih terjangkau. Perusahaan menilai strategi tersebut tidak hanya relevan secara komersial, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan wisata outbound yang lebih inklusif.
Ke depan, Widarin berencana menerapkan pendekatan serupa pada sejumlah destinasi internasional lainnya, seiring meningkatnya permintaan perjalanan luar negeri dari segmen usia produktif di Indonesia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait:
Advertisement