Kredit Foto: Reuters/Dado Ruvic
Geopolitik Taiwan-China terus memanas. Taiwan menyatakan bahwa latihan perang dalam wilayahnya yang dilakukan rivalnya itu merupakan bagian dari kampanye politik untuk melawan meningkatnya dukungan internasional terhadap Taiwan.
Biro Keamanan Nasional Taiwan mengatakan latihan militer tersebut memiliki tujuan politik yang jelas. Salah satu tujuannya adalah mengalihkan perhatian terkait masalah ekonomi dari China.
Baca Juga: BYD Ditahbiskan sebagai Produsen Mobil China Terlaris dalam Tiga Tahun Berturut-turut
“Latihan yang berfokus pada kami ini menunjukkan niat politik untuk melawan dukungan mitra-mitra demokratis terhadap Taiwan,” kata Biro Keamanan Nasional Taiwan, dilansir Kamis (8/1).
Latihan China juga dinilai dimaksudkan untuk mengalihkan kemarahan publik atas kemunduran ekonomi dan gangguan sosial dalam negeri ke arah sentimen nasionalisme yang dibingkai sebagai ‘perlawanan terhadap campur tangan asing’ di Taiwan.
China menurut pihaknya semakin meningkatkan kampanye hibrida untuk menekan Taiwan. Taipei menilai langkah tersebut justru memicu perlawanan dan kekhawatiran dari mitra-mitra demokratis, termasuk Amerika Serikat dan Eropa.
Diketahui, China sebelumnya menembakkan puluhan roket menuju arah dari Taiwan. Ia juga mengerahkan sejumlah besar kapal perang dan pesawat militer di sekitar pulau tersebut. Aksi itu menyebabkan puluhan penerbangan domestik dibatalkan dan memicu keprihatinan dari negara-negara sekutu dan Barat.
Baca Juga: Pemerintah China Perketat Perlindungan Data Otomotif, Pabrikan Mobil Penuhi Syaratnya
Taiwan diklaim sebagai bagian dari China. Beijing tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan untuk mengambil alih pulau tersebut. Namun Pemerintah Taiwan menolak klaim tersebut dan menegaskan bahwa hanya rakyatnya yang berhak menentukan masa depan mereka.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait:
Advertisement