Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Menteri PPPA Tegaskan Anak Harus Dilindungi dalam Kondisi Apapun

Menteri PPPA Tegaskan Anak Harus Dilindungi dalam Kondisi Apapun Kredit Foto: Dok. Kemen PPPA
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menegaskan anak-anak merupakan generasi penerus bangsa, sehingga harus dilindungi dalam kondisi apapun.

Oleh karena itu, dirinya mendorong penguatan pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak tetap terpenuhi di tengah situasi darurat pascabencana.

Baca Juga: Purbaya Yakin Bisa Tekan Defisit APBN di 2026

Salah satunya dilakukan melalui pendampingan psikososial korban banjir selama masa pemulihan hingga penempatan keluarga para korban di hunian yang disiapkan pemerintah.

Ini disampaikan Menteri PPPA saat berkunjung ke lokasi pengungsian korban banjir di Jalan Alur Pakis, Desa Harapan Makmur, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat pada Sabtu (3/1) dan Dusun Pengkolan, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, beberapa waktu lalu.

“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Dalam kondisi apa pun, mereka harus tetap merasa aman, bahagia, dan memiliki semangat untuk belajar serta meraih cita-cita. Demikian juga para ibu dan perempuan penyintas bencana adalah para ibu bangsa yang memiliki potensi untuk pemberdayaan dan pemulihan daya lenting keluarga yang tangguh dan berkualitas dalam berbagai aspek,” ujarnya, dikutip dari siaran pers Kemen PPPA, Rabu (8/1).

Menteri PPPA didampingi Asisten Deputi Penyediaan Layanan Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (Layanan AMPK), Ciput Purwianti, Wakil Bupati Langkat, Tiorita Br. Surbakti, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Sumatera Utara, Dwi Endah Purwanti meninjau secara langsung kondisi anak-anak dan perempuan terdampak banjir sekaligus memberikan pendampingan psikososial guna membantu pemulihan kondisi psikologis mereka. Kegiatan tersebut diikuti ratusan anak yang tampak antusias dan ceria mengikuti berbagai aktivitas yang telah disiapkan.

"Saya melihat anak-anak di sini memiliki semangat yang luar biasa, mereka saya tanya ada yang mau jadi tentara, polisi, pengusaha, bahkan ada yang mau jadi presiden. Mereka tetap bersemangat karena saya menyampaikan bahwa anak-anak adalah generasi dan pemimpin Indonesia masa depan. Kami juga telah memastikan seluruh proses belajar mengajar juga tidak ada kendala sehingga hak Pendidikan anak-anak bisa tetap terpenuhi. Bersama Menteri Dikdasmen, kami sudah memastikan ada afirmasi bagi satuan pendidikan dalam penyelenggaraan proses belajar mengajar yang memperhatikan situasi dan kondisi anak di pengungsian ataupun penampungan sementara, termasuk adanya situasi belajar yang aman, nyaman, dan menggembirakan," tegas Menteri PPPA.

Menteri PPPA menyampaikan bahwa pendampingan yang dilakukan Kemen PPPA sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia yang menempatkan perlindungan anak sebagai prioritas nasional. Pemerintah berkomitmen untuk terus mendampingi anak-anak dan perempuan agar dapat melalui masa pemulihan dengan baik. 

Melalui Pos SAPA dan Sub-klaster Perlindungan Anak, baik di tingkat nasional maupun daerah, Kemen PPPA turut melibatkan berbagai elemen masyarakat lintas organisasi dan lintas agama, termasuk Forum Anak untuk memberikan pendampingan selama proses pemulihan, termasuk memotivasi anak-anak agar tetap semangat melanjutkan pendidikan dan meraih cita-cita.

“Mewakili Bupati Langkat, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Ibu Menteri PPPA di Kabupaten Langkat. Kehadiran ini menjadi penyemangat dan motivasi tersendiri bagi anak-anak serta masyarakat kami yang terdampak banjir,” ujar Wakil Bupati Langkat, Tiorita Br. Surbakti.

Beragam kegiatan edukatif dan rekreatif digelar untuk menghadirkan suasana aman dan menyenangkan bagi anak-anak, seperti bernyanyi bersama, bermain, serta pertunjukan boneka tangan yang mengundang tawa dan semangat. Pendampingan ini diharapkan dapat membantu anak-anak mengurangi trauma serta kembali membangun rasa percaya diri pascabencana.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

Advertisement

Bagikan Artikel: