Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kadin Siapkan Empat Agenda Jaga Ketahanan Ekonomi

Kadin Siapkan Empat Agenda Jaga Ketahanan Ekonomi Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia siapkan empat agenda strategis pada awal 2026 untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah tekanan global.

Adapun empat agenda tersebut adalah partisipasi Indonesia dalam World Economic Forum (WEF) Davos, penyelenggaraan ASEAN Business Advisory Council (ABAC) Business Conference, Jakarta Food Security Summit, serta Indonesia Economic Outlook.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, mengatakan bahwa rangkaian agenda tersebut dirancang untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui penguatan investasi, perdagangan, dan ketahanan sektor strategis.

Baca Juga: Apindo dan Kadin Optimistis Ekonomi dan Industri AMDK Tumbuh di 2026

Menurutnya, dinamika global yang semakin kompleks menuntut keterlibatan aktif dunia usaha dalam mendukung kebijakan pemerintah.

“Yang di depan mata itu pertama adalah World Economic Forum Davos. Ini semua di bawah kepemimpinan Kementerian Investasi (dan Hilirisasi) RI bersama CEO Danantara. Davos adalah ajang yang sangat baik untuk mempromosikan investasi dan perdagangan, dan Kadin sangat semangat mendukung pemerintah dalam forum ini,” ujar Anindya, Sabtu (10/1/2026).

Selain Davos, ada pula Jakarta Food Security Summit yang akan digelar pada 20–21 Mei 2026 di Balai Kartika, Jakarta untuk merumuskan langkah strategis menjaga ketahanan pangan dan energi nasional di tengah fluktuasi global.

Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pengembangan Ekspor Kadin Indonesia Juan Permata Adoe menjelaskan bahwa isu ketahanan pangan dan energi menjadi perhatian utama dunia usaha saat ini.

“Isu utama dalam acara ini adalah food security dan energy security, termasuk pembahasan biofuel 40–50 serta penurunan produksi kelapa sawit. Kita akan membahas berbagai opsi kebijakan, mulai dari pembukaan lahan baru, optimalisasi lahan tidak produktif, hingga kebijakan moratorium,” kata Juan.

Baca Juga: Kadin: MBG Buka Peluang Pasar Besar bagi Pengusaha Lokal

Selanjutnya, agenda strategis Indonesia Economic Outlook yang akan diselenggarakan pada 15 Januari 2026 di Menara Kadin Indonesia diketahui ditujukan sebagai rujukan dunia usaha dalam menyusun strategi bisnis dan investasi sepanjang 2026.

Wakil Ketua Umum Bidang Analisis Kebijakan Makro-Mikro Ekonomi Kadin Indonesia, Aviliani, menyampaikan bahwa kondisi ekonomi nasional masih memiliki ruang tumbuh meski menghadapi tantangan fiskal.

“Secara umum, kondisi 2026 tidak akan jauh berbeda dengan 2025. Pertumbuhan ekonomi sekitar 5 persen masih bisa dicapai. Namun jika ingin tumbuh lebih tinggi, tentu dibutuhkan kontribusi yang lebih kuat dari BUMN, swasta, serta peran Danantara untuk menggantikan proyek-proyek infrastruktur yang anggarannya menurun di APBN,” ujar Aviliani.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri

Advertisement

Bagikan Artikel: