Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Tips Aman Membeli Mobil Listrik Bekas, Cek Bagian Ini Dulu

Tips Aman Membeli Mobil Listrik Bekas, Cek Bagian Ini Dulu Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pasar mobil listrik (EV) di Indonesia terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir, seiring bertambahnya beragam model dan merek kendaraan listrik di jalan, saat ini sudah mulai muncul pula pilihan mobil listrik bekas di pasar. 

kini di bursa mobil bekas kita sudah mulai melihat unit seperti Wuling Air EV, Hyundai Ioniq 5, hingga Tesla dengan harga yang jauh lebih murah dibanding harga unit barunya.

Apakah Mobil Listrik Bekas Layak Dibeli?

Membeli mobil listrik "second" tidak sama dengan membeli mobil bensin atau diesel. Ada beberapa parameter berbeda yang harus diperhatikan.

Jelas, komponen yang paling penting untuk diperiksa adalah baterai, karena baterai merupakan bagian paling mahal sekaligus penentu performa kendaraan listrik.

Jika kondisinya masih baik, mobil listrik bekas bisa menjadi pilihan yang sangat menarik. Tetapi jika baterai sudah mengalami degradasi tinggi, biaya penggantian bisa sangat mahal, dan berikut panduan membeli mobil listrik bekas berkualitas.

Cek Kesehatan Baterai (State of Health)

Baterai adalah komponen termahal. Jika kapasitasnya sudah menurun drastis, nilai mobil tersebut juga ikut jatuh. Di sini pentingnya istilah State of Health (SOH) digunakan karena baterai adalah "jantungnya" mobil listrik.

Sebagai gambaran, jika SOH berada di angka 90 persen, berarti baterai masih menyimpan sekitar 90 persen dari kapasitas awalnya. Semakin rendah angkanya, semakin berkurang pula jarak tempuh mobil.

1. Cara Mengecek SOH

SOH adalah persentase yang menunjukkan kemampuan baterai menyimpan daya dibandingkan saat masih baru.

Kondisinya biasanya diukur dengan indikator SOH, yaitu persentase kapasitas baterai yang tersisa dibandingkan kondisi saat baru.

Ada beberapa cara untuk mengecek kesehatan baterai mobil listrik bekas:

  • Melalui Dashboard/MID: Beberapa mobil seperti Wuling Air EV menampilkan informasi data kesehatan baterai.
  • Diagnosa Resmi: Cara paling akurat adalah membawa unit ke bengkel resmi (seperti ke dealer Hyundai atau BYD) untuk dilakukan scan menggunakan alat diagnosa orisinal pabrikan. Pastikan SOH masih berada di angka 90% ke atas untuk pemakaian jangka panjang yang aman.
  • Menggunakan alat scan OBD: Teknisi dapat membaca data baterai menggunakan alat diagnostik khusus.

Idealnya, mobil listrik bekas yang masih layak dibeli memiliki SOH di atas 85–90 persen, terutama jika usia kendaraan masih di bawah lima tahun.

2. Riwayat Charging

Selain kondisi baterai, kebiasaan pengisian daya juga mempengaruhi umur baterai.

Hal yang sebaiknya ditanyakan kepada pemilik sebelumnya antara lain:

  • Apakah mobil lebih sering menggunakan fast charging atau pengisian normal di rumah
  • Apakah baterai sering diisi hingga 100 persen
  • Apakah mobil sering dibiarkan dalam kondisi baterai sangat rendah

Perlu diketahui, penggunaan DC Fast Charging (SPKLU) terlalu sering dapat mempercepat degradasi baterai karena suhu panas yang dihasilkan lewat fast charging memperpendek usia baterai dalam jangka panjang.

Sebaliknya, mobil yang lebih sering diisi menggunakan charger rumah biasanya memiliki kondisi baterai yang lebih stabil.

Periksa Garansi Baterai & Dokumen

Pabrikan besar di Indonesia biasanya memberikan proteksi ekstra untuk baterai. Sebagai contoh:

  • Hyundai memberikan garansi baterai hingga 8 tahun atau 160.000 km.
  • Wuling bahkan menawarkan garansi seumur hidup (Lifetime Warranty) untuk komponen inti pada beberapa varian, asalkan syarat dan ketentuannya terpenuhi.

Pastikan Buku Servis lengkap dengan catatan perawatan di bengkel resmi. Jika mobil pernah diservis di bengkel umum atau ada modifikasi kelistrikan yang tidak standar, ada risiko garansi baterai tersebut hangus (void). Jangan lupa pastikan dokumen STNK dan BPKB sesuai, terutama mengenai keterangan daya (kW) dan kapasitas baterai.

Intinya saat membeli mobil listrik bekas, pastikan:

  • Garansi baterai masih aktif
  • Buku servis tersedia
  • Riwayat servis dilakukan di bengkel resmi
  • Nomor rangka dan dokumen kendaraan sesuai

Garansi baterai yang masih berlaku dapat memberikan rasa aman jika terjadi masalah pada komponen tersebut.

Risiko Tersembunyi Mobil Listrik Bekas

Meski terlihat sederhana karena memiliki lebih sedikit komponen mekanis dibanding mobil konvensional, mobil listrik bekas tetap memiliki sejumlah risiko.

Beberapa di antaranya yang perlu diwaspadai meliputi:

  • Sistem Pendingin Baterai (Thermal Management): Mobil listrik seperti MG 4 EV atau BYD Seal menggunakan sistem pendingin cairan. Cek apakah ada kebocoran radiator atau cairan coolant yang tidak pernah diganti, karena suhu baterai yang tidak terjaga bisa memperpendek umur sel.
  • Ban Khusus EV: Mobil listrik lebih berat karena bobot baterai. Ban EV (seperti Michelin Pilot Sport EV) biasanya memiliki kompon yang lebih kuat namun lebih cepat tipis jika cara mengemudinya agresif. Cek kondisi tapak ban karena harga ban khusus EV relatif lebih mahal.
  • Pembaruan Software: Pastikan sistem infotainment dan modul kontrol kendaraan bisa diperbarui (update) ke versi terbaru untuk menghindari bug.

Checklist Inspeksi Sebelum Membeli

Agar tidak salah memilih mobil listrik bekas, berikut beberapa hal yang sebaiknya diperiksa:

Gunakan daftar ini saat Anda melakukan test drive:

Cek SOH Baterai: Mintalah print-out diagnosa dari bengkel resmi.

  • [ ] Uji Jarak Tempuh: Isi daya hingga 100% dan bandingkan estimasi jarak di layar dengan klaim standar pabrikan.
  • [ ] Kelengkapan Pengisian Daya: Pastikan kabel portable charger dan wallbox (jika disertakan) dalam kondisi fisik yang baik tanpa bekas terbakar.
  • [ ] Kaki-kaki & Suspensi: Karena kabin EV sangat senyap, suara "gluduk" sekecil apa pun dari kaki-kaki akan sangat terasa. Pastikan tidak ada bunyi aneh.
  • [ ] Fitur Elektronik: Cek semua sensor parkir, kamera 360, hingga fitur perintah suara (seperti WIND pada Wuling).

Dengan pemeriksaan yang tepat, mobil listrik bekas bisa menjadi pilihan yang ekonomis sekaligus ramah lingkungan. Selain harga yang lebih terjangkau, biaya operasional mobil listrik juga relatif rendah karena tidak membutuhkan bahan bakar dan perawatan mesin yang rumit seperti mobil konvensional.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat

Tag Terkait: