Senjata Eropa Buat Serang Balik Trump, Apa Itu Anti-Coercion Instrument?
Kredit Foto: Istimewa
Uni Eropa dijadwalkan membahas berbagai opsi respons terhadap upaya penguasaan wilayah dari Greenland, Denmark. Pihaknya tidak ingin wilayah itu jatuh ke tangan dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Dilansir Selasa (20/1), Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah paket tarif terhadap impor senilai €93 Miliar. Kebijakan ini dapat berlaku otomatis mulai setelah masa penangguhan selama enam bulan berakhir saat 6 Februari.
Baca Juga: Menkeunya Trump Sebut Eropa Lemah, Makin Ngotot Ingin Kuasai Greenland
Opsi lainnya adalah penggunaan Anti-Coercion Instrument (ACI). Instrumen tersebut memungkinkan blok euro membatasi akses negara ketiga terhadap tender publik, investasi, aktivitas perbankan, atau perdagangan jasa, termasuk layanan digital. Namun mekanisme ini dinilai lebih lambat karena belum pernah diterapkan sebelumnya.
ACI memberi kewenangan kepada blok euro untuk mengambil tindakan balasan terhadap negara yang memberikan tekanan ekonomi guna memaksa perubahan kebijakan. Mekanisme ini menawarkan ruang tindakan yang lebih luas dibandingkan sekadar tarif balasan atas ekspor dari Amerika Serikat.
Komisi Eropa memiliki waktu hingga empat bulan untuk menilai apakah suatu kebijakan asing tergolong sebagai pemaksaan ekonomi. Jika dinyatakan demikian, temuan tersebut diajukan kepada negara-negara anggota, yang memiliki waktu delapan hingga sepuluh minggu untuk mengonfirmasi.
Komisi Eropa kemudian akan berkonsultasi dengan negara terkait untuk menghentikan tindakan pemaksaan tersebut. Jika upaya itu gagal, pihaknya dapat mengadopsi langkah balasan dalam waktu enam bulan, dengan persetujuan negara anggota dan memberlakukannya dalam tiga bulan berikutnya.
Baca Juga: Irlandia: Uni Eropa Akan Balas Serius Trump Soal Greenland
Adapun Inggris tidak lagi menjadi bagian dari Uni Eropa. Hal itu membuat keterlibatannya dalam langkah-langkah tersebut masih belum jelas.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait:
Advertisement