Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Di WEF Davos, Danantara Pamer Tiga Proyek Strategis

Di WEF Davos, Danantara Pamer Tiga Proyek Strategis Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Warta Ekonomi, Swiss -

Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara melalui Danantara Investment Management (DIM) memaparkan tiga proyek strategis nasional dalam ajang World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Selasa (20/1/2026).

Ketiga proyek tersebut mencakup pengolahan sampah menjadi energi, pengembangan industri obat turunan plasma darah, serta pembangunan Kampung Haji Indonesia di Mekkah.

Managing Director Investment DIM Stefanus Ade Hadiwidjaja mengatakan pemaparan proyek di WEF merupakan bagian dari upaya Danantara memperkenalkan portofolio investasi strategis kepada mitra global. Saat ini, DIM tengah mengerjakan sekitar 30–40 proyek dengan tahapan pengembangan yang beragam di sejumlah sektor prioritas.

Baca Juga: Danantara Bakal Pangkas 1.068 BUMN Jadi 200, Ini Alasannya!

Di sektor energi dan lingkungan, Stefanus menyebut proyek pengolahan sampah menjadi energi atau waste to energy(WtE) sebagai salah satu fokus utama. DIM menargetkan implementasi proyek WtE dapat menjangkau lebih dari 30 kota di Indonesia dalam kurun waktu dua tahun ke depan.

“Kami sedang mencoba mengeksekusi implementasi rencana Pengolahan Sampah Menjadi Energi di lebih dari 30 kota selama dua tahun ke depan,” kata Stefanus.

Menurutnya, proyek WtE dirancang untuk menjawab persoalan darurat pengelolaan sampah nasional sekaligus tetap memperhatikan aspek kelayakan investasi.

“Ini menjadi masalah darurat di Indonesia, tetapi pada saat yang sama ini adalah contoh investasi yang mencoba mewujudkan dua mandat,” ujarnya.

Agar proyek tersebut berkelanjutan secara finansial, DIM membuka peluang kolaborasi dengan mitra internasional, khususnya operator global yang memiliki teknologi dan pengalaman di sektor pengolahan sampah dan energi.

“Melalui investasi kami ingin mendatangkan operator global dan juga memberikan imbal hasil yang layak, sehingga ini dapat menjadi bisnis yang berkelanjutan,” tegas Stefanus.

Baca Juga: Istana Sebut Danantara Sudah Tunjuk Satu BUMN untuk Urusi Tekstil

Selain sektor lingkungan, DIM juga menaruh perhatian pada penguatan ketahanan kesehatan nasional. Proyek strategis kedua yang dipaparkan adalah pengembangan industri obat turunan plasma darah di dalam negeri. Proyek ini ditujukan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap produk impor berbasis plasma.

“Kami sedang melihat untuk berinvestasi dalam produk obat-obatan turunan plasma, yaitu mengambil pembuatan produk turunan plasma dari darah kita,” jelasnya.

Adapun proyek ketiga yang dipresentasikan di WEF adalah pembangunan Kampung Haji Indonesia di Mekkah. Stefanus mengungkapkan DIM telah memulai langkah awal melalui akuisisi lahan di Arab Saudi.

“Kami telah mulai berinvestasi di beberapa petak di Mekkah,” ungkapnya.

Baca Juga: Danantara Jelaskan Strategi Kelola US$1 Triliun di WEF

Dengan Indonesia sebagai negara pengirim jamaah haji dan umrah terbesar di dunia, pengembangan Kampung Haji dinilai memiliki nilai strategis jangka panjang, baik dari sisi peningkatan kualitas layanan jamaah maupun potensi investasi.

“Kami memiliki kesempatan untuk mengembangkan Kampung Haji agar dapat memberikan pengalaman yang lebih berkualitas bagi masyarakat kami,” tutur Stefanus.

Ia menegaskan, seluruh proyek yang dipamerkan di WEF 2026 merupakan bagian dari mandat ganda Danantara, yakni menghasilkan imbal hasil investasi sekaligus menciptakan dampak sosial yang terukur.

“Ini adalah beberapa contoh proyek yang akan mewujudkan mandat ganda ini,” pungkasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Annisa Nurfitri

Advertisement

Bagikan Artikel: