Kredit Foto: Istimewa
Program Pelatihan Gig Economy untuk Gen Z di Provinsi DIY ini dilakukan selama tiga hari, yaitu di hari pertama diawali dengan talkshow berjudul “Gig Economy untuk Gen Z: Peluang dan Tantangan” serta pelatihan pertama.
Pada kesempatan ini, Deputi Ali juga meninjau ke kelas-kelas dan berdialog singkat dengan para peserta pelatihan. Kelas pelatihan akan dilanjutkan untuk hari kedua (16 Januari) dan ketiga (17 Januari).
Talkshow itu menjadi sangat relevan dan strategis yang diharapkan tidak hanya menjadi ruang diskusi dan pertukaran gagasan, tetapi juga mampu menggali, menjaring, dan memetakan talenta-talenta potensial (talent pool) serta ide-ide dan inovasi kreatif (idea pool) yang dapat dikembangkan lebih lanjut.
“Saat ini, untuk smart factory maupun smart estate, semuanya butuh AI untuk bisa bersaing lebih cepat. Namun, pesan dari Pak Menko beda bahwa AI ini bukan malah tidak membutuhkan tenaga kerja, karena dasar dari AI adalah struktur data. Nah, struktur data itu dikerjakan oleh kita-kita, karena hal itu yang diolah menjadi solusi dari AI tersebut. Nanti juga akan dibuat di seluruh kota AI Open Challenge Competition, yang akan menjadi wadah menjaring seluruh ide dari adik-adik ini atau sebagai idea pool. Juga nanti yang memberikan ide tentu ada talent, jadi juga kita ada talent pool,” tutup Deputi Ali.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait:
Advertisement