Dukung MBG dan Swasembada Protein, Danantara Gelontorkan Rp20 Triliun untuk Peternakan Ayam
Kredit Foto: Antara/Kornelis Kaha
Dalam rangka memperkuat ketahanan pangan nasional, Badan Pengelola Investasi Danantara mengalirkan investasi hingga Rp20 triliun untuk mengembangkan ekosistem peternakan ayam terintegrasi berskala nasional. Investasi besar ini secara langsung diarahkan untuk mendukung kelancaran pasokan protein hewani bagi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah.
Juru Bicara Kementerian Pertanian, Agung, dalam pernyataan resminya Minggu (2/2/2026) mengatakan bahwa hilirisasi ayam terintegrasi ini merupakan inisiatif langsung Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebagai langkah strategis negara untuk memastikan swasembada protein berjalan berkelanjutan, merata, dan berpihak pada peternak rakyat.
Kementerian Pertanian menilai proyek ini sebagai tulang punggung untuk mencapai swasembada protein berkelanjutan. Dengan mengintegrasikan rantai pasok dari hulu (pembibitan, pakan) hingga hilir (pengolahan, logistik, pemasaran), proyek ini diharapkan mampu menciptakan stabilitas pasokan dan harga di pasar domestik.
Dukungan bagi program MBG menjadi fokus utama. Data pemerintah menunjukkan, program MBG membutuhkan tambahan pasokan hingga 1,1 juta ton daging ayam dan 774.000 ton telur per tahun. Proyek yang dikembangkan BPI Danantara ini diproyeksikan dapat menambah produksi sebesar 1,5 juta ton daging ayam dan 1 juta ton telur per tahun ke depannya, sekaligus menopang kebutuhan sekitar 82,9 juta penerima manfaat MBG.
CEO Danantara, Rosan P. Roeslani menyebut Danantara mendukung enam proyek hilirisasi strategis senilai sekitar 7 miliar USD. Hal ini menjadi bentuk komitmen membangun fondasi industri peternakan yang kuat dan mandiri.
Baca Juga: Danantara Targetkan Proyek Listrik Smelter Mempawah Rampung pada 2028
Untuk memperkuat ekosistem, pemerintah melalui Kementerian Pertanian membuka akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp50 triliun bagi peternak dan koperasi. Skema pendanaan ini bertujuan memberdayakan peternak rakyat agar dapat terintegrasi dalam rantai pasok yang modern.
Di sisi hilir, BUMN pangan PT Indonesia Food (ID Food) akan berperan sebagai offtaker dengan menyerap hasil produksi peternak. Langkah ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga dan memberikan kepastian pasar, sehingga peternak dapat fokus pada peningkatan produktivitas.
Proyek percontohan akan dikembangkan terlebih dahulu di enam lokasi strategis sebelum kemudian diperluas secara nasional.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: