Kredit Foto: Ist
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan pendidikan merupakan fondasi peradaban, sehingga dalam memperbaikinya perlu dimulai dari hulu.
Salah satunya adalah melalui Revitalisasi Satuan Pendidikan dengan menghadirkan sekolah yang layak, aman, dan mendukung proses belajar yang berkualitas.
Baca Juga: Kemendag Perluas Akses Ekspor Produk RI ke AS hingga Iran
Komitmen tersebut ditandai dengan peresmian revitalisasi 10 gedung sekolah jenjang SD, SMP, SMA dan SMK yang berpusat di SMAK 1 Muhammadiyah Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (16/1/2026).
"Kita perbaiki pendidikan dari hulunya yakni revitalisasi gedung sekolah, digitalisasi, pelatihan guru dan pembelajaran yang mendalam, menggembirakan serta memanusiakan murid. Inilah ikhtiar bersama untuk mencerdaskan kehidupan bangsa," ujarnya, dikutip dari siaran pers Kemendikdasmen, Rabu (21/1).
Pada 2025, Kemendikdasmen menargetkan revitalisasi 16.171 sekolah di berbagai daerah. Sementara itu, anggaran tahun 2026 telah dialokasikan untuk melanjutkan revitalisasi 11.000 sekolah berikutnya. Program revitalisasi mencakup perbaikan laboratorium, ruang praktik siswa, fasilitas sanitasi (toilet), Unit Kesehatan Siswa (UKS), serta sarana pendukung lainnya agar sekolah menjadi ruang belajar yang aman dan menyenangkan.
Selain penguatan infrastruktur fisik, Kemendikdasmen juga mendorong digitalisasi pembelajaran dan peningkatan kapasitas guru. Upaya ini dilakukan melalui penyediaan 288.186 unit Papan Interaktif Digital serta pengembangan laboratorium virtual. Secara paralel, peningkatan kompetensi pendidik didukung melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), yang membuka kesempatan bagi 150.000 guru untuk menyelesaikan gelar S1 dengan bantuan beasiswa.
Mendikdasmen menambahkan bahwa Revitalisasi Satuan Pendidikan tidak berhenti pada bangunan dan perangkat pembelajaran. Pemerintah juga menaruh perhatian besar pada kualitas proses belajar di kelas melalui penguatan Pembelajaran Mendalam (deep learning). Pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan suasana belajar dan proses pembelajaran yang berkesadaran, bermakna dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa dan olah raga secara holistik dan terpadu.
Terkait penguatan kesejahteraan dan karakter murid, Mendikdasmen menjelaskan bahwa sekolah juga menjadi penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini tidak hanya ditujukan untuk pemenuhan gizi, tetapi dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran karakter, seperti penanaman nilai kedisiplinan, budaya antri, kebersamaa dan rasa syukur.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Advertisement