CEO JPMorgan: Amerika Serikat (AS) Terancam Krisis Gegara Kebijakan Trump Satu Ini
Kredit Foto: Reuters
CEO JPMorgan Chase, Jamie Dimon memperingatkan soal dampak rencana baru dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Hal ini terkait pembatasan suku bunga kartu kredit sebesar 10%.
Dimon mengatakan bahwa rencana itu berpotensi memicu bencana ekonomi dan menghilangkan akses kredit bagi sebagian besar warga AS. 80% masyarakat yang mengandalkan kartu kredit sebagai cadangan keuangan bisa kehilangan akses kreditnya.
Baca Juga: Prancis Diancam Tarif 200% Gegara Ogah Join Board of Peace Trump
“Langkah ini akan menghilangkan kredit bagi 80% warga dari Amerika. Itu adalah sumber kredit cadangan mereka,” kata Dimon, dilansir Kamis (22/1).
Industri perbankan secara luas menentang usulan tersebut karena dinilai akan membatasi akses pembiayaan bagi konsumen sehari-hari. Namun Dimon mengatakan kebijakan itu sebaiknya diuji coba terlebih dahulu.
“Pemerintah bisa mengujinya. Mereka seharusnya memaksa semua bank menerapkannya di negara bagian lalu melihat dampaknya,” ujarnya.
Dimon menambahkan bahwa dampak terberat tidak akan dirasakan oleh perusahaan kartu kredit, melainkan oleh sektor riil seperti restoran, ritel, industri perjalanan, sekolah hingga pemerintah daerah karena masyarakat berisiko gagal membayar tagihan dasar.
Trump meminta perusahaan perbankan mematuhi kebijakan tersebut mulai 20 Januari. Usulan ini mengejutkan industri keuangan dan menekan saham perbankan, karena investor khawatir bisnis kartu kredit akan terganggu.
Baca Juga: Macron: Eropa Tidak Takut Ancaman Trump Soal Greenland
Kartu kredit selama ini menghasilkan imbal hasil tinggi bagi bank, seiring tingginya suku bunga untuk mengimbangi risiko gagal bayar dari pinjaman tanpa agunan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait:
Advertisement