Rupiah Hampir Sentuh Rp17 Ribu per Dolar AS, Purbaya Yakin Tak Picu Krisis Ekonomi, Kenapa?
Kredit Foto: Cita Auliana
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini pelemahan rupiah yang hampir mencapai Rp17.000 per dolar AS belakangan ini tidak akan memicu krisis ekonomi.
Dirinya mengatakan fundamental ekonomi Indonesia saat ini cukup kuat, ditambah dengan kolaborasi berbagai pihak, khususnya Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas rupiah untuk mencegah krisis.
“Yang paling penting, sekarang bank sentral, Kementerian Keuangan, dan seluruh elemen pemerintah sepakat menjaga stabilitas nilai tukar. Kita percaya bank sentral punya strategi yang tepat,” ujarnya, dikutip Jumat (23/1).
Nggak perlu khawatir rupiah akan memicu krisis ekonomi. Fundamental kita masih sangat baik, kebijakan sudah sinkron dengan otoritas moneter, ekonomi akan makin cepat, investor akan masuk, rupiah menguat, pasar modal juga menguat,” imbuhnya.
Untuk diketahui, pada Selasa (20/1/2026) nilai rupiah berada di level Rp16.945 per dolar AS, melemah 1,53 persen (point to point/ptp) dibanding akhir Desember 2025.
Namun nilai tukar rupiah kembali menguat Rp16.929 per dolar AS pada Kamis (22/1/2026) pagi, naik 7 poin atau 0,04 persen bila dibandingkan posisi penutupan perdagangan Rabu (21/1/2026) Rp16.936 per dolar AS.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait:
Advertisement