Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengoptimalisasi penanganan banjir di Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat.
Hal tersebut salah satunya dilakukan melalui penyerahan berbagai bantuan, antara lain beras 500 kilogram, minyak goreng 50 pouch, mi instan 50 dus, kasur lipat 50 buah, matras 100 buah, selimut 100 buah, family kit 100 paket, serta pakaian anak (kids wear) 10 paket pada Sabtu (24/1/2026).
Baca Juga: Airlangga Ungkap Paparan Ekonomi Prabowo dalam WEF 2026
Penyerahan bantuan tersebut dilakukan Gubernur Pramono di Masjid Jami Baitul Rahmat, Kelurahan Rawa Buaya. Selain itu, terdapat bantuan tambahan dari PMI Provinsi DKI Jakarta berupa minyak penghangat tubuh.
“Pagi ini kami datang ke pengungsian di Rawa Buaya untuk memastikan kebutuhan warga terpenuhi. Bantuan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan,” ujar Gubernur Pramono, dikutip dari siaran pers Pemprov DKI, Minggu (25/1).
Hingga Sabtu (24/1) pagi, tercatat sebanyak 45 kepala keluarga atau 177 jiwa berada di lokasi pengungsian tersebut. Gubernur Pramono memastikan penanganan banjir berjalan optimal dan seluruh pengungsi dalam kondisi sehat.
“Masyarakat berharap air segera surut. Untuk itu, saya telah memerintahkan Kepala Dinas Sumber Daya Air untuk menambah pompa. Saat ini sudah ada tambahan empat pompa, sehingga total pompa di lokasi ini menjadi tujuh unit,” jelasnya.
Selain penambahan pompa, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai upaya mengurangi intensitas curah hujan. OMC terus dilakukan dengan intensitas minimal dua kali dan maksimal tiga kali dalam sehari sesuai kebutuhan.
“Tujuan utama kita adalah menurunkan curah hujan agar masyarakat yang mengungsi dapat segera kembali ke rumah masing-masing,” imbuhnya.
Terkait sejumlah wilayah di Jakarta Barat yang terdampak banjir cukup parah, Gubernur Pramono menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi oleh kiriman air dari wilayah hulu, terutama dari Tangerang dan Tangerang Selatan, melalui sejumlah sungai, seperti Sungai Angke, Pesanggrahan, dan Mookervart yang bermuara di Cengkareng Drain.
“Permukaan air di Cengkareng Drain sudah mengalami penurunan dari 350 menjadi 315. Batas aman berada di angka 310 dan ini terus kami kejar,” ungkapnya. Ia menambahkan, sejumlah ruas jalan, seperti Jalan Daan Mogot, sebagian besar sudah dapat dilalui, dengan sisa satu titik genangan di KM 13.
Dalam penanganan banjir di wilayah Jakarta Barat, telah dikerahkan 152 pompa stasioner, 49 rumah pompa, 76 pompa mobile, dan 60 pompa apung atau portable. Selain itu, digunakan pula alat berat berupa 99 dump truck, 3 crane, 6 combi jetting, 59 excavator, 1 self loader, dan 1 wheel loader. Sebanyak empat unit pompa perbantuan juga dikerahkan dari Suku Dinas SDA Jakarta Utara dan Jakarta Pusat untuk mempercepat penanganan banjir.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait:
Advertisement