Kredit Foto: Istimewa
Masuknya Geely ke pasar mobil listrik Indonesia tidak hanya memicu perhatian pada harga dan spesifikasi produk.
Bagi pembeli rasional, satu faktor justru lebih menentukan dalam jangka panjang, yaitu kesiapan layanan purna jual dan ketersediaan suku cadang.
Isu ini menjadi krusial karena mobil listrik memiliki karakter perawatan yang berbeda dibandingkan kendaraan bermesin konvensional.
Geely membangun strategi awal melalui pengembangan jaringan dealer resmi di kota-kota besar sebagai pintu masuk layanan servis dan distribusi komponen.
Dealer resmi tidak hanya berfungsi sebagai pusat penjualan, tetapi juga sebagai bengkel dengan teknisi tersertifikasi untuk kendaraan listrik.
Dalam standar industri, perawatan mobil listrik mencakup sistem baterai, motor listrik, inverter, sistem pendingin, serta perangkat lunak kendaraan.
Komponen-komponen tersebut membutuhkan peralatan khusus dan teknisi yang telah mengikuti pelatihan dari pabrikan.
Geely menerapkan sistem pelatihan berjenjang bagi mekanik lokal untuk memastikan standar servis sesuai prosedur global perusahaan.
Kesiapan bengkel menjadi penting karena sebagian besar konsumen Indonesia masih belum familiar dengan karakter perawatan mobil listrik.
Dari sisi suku cadang, Geely mengandalkan pusat distribusi regional untuk menjamin pasokan komponen fast moving seperti modul baterai, inverter, hingga komponen kaki-kaki.
Dalam skema ini, suku cadang utama tidak sepenuhnya bergantung pada pengiriman langsung dari Tiongkok.
Geely menyiapkan gudang logistik regional untuk memangkas waktu tunggu penggantian komponen penting.
Langkah ini penting untuk menghindari kendala klasik mobil impor, yakni lamanya proses inden suku cadang.
Harga suku cadang mobil listrik umumnya lebih stabil karena jumlah komponen bergerak lebih sedikit dibandingkan mesin pembakaran.
Komponen seperti oli mesin, filter bahan bakar, dan sistem transmisi kompleks tidak lagi menjadi bagian dari perawatan rutin.
Hal ini membuat biaya servis berkala mobil listrik cenderung lebih rendah dalam jangka menengah.
Namun, baterai tetap menjadi komponen paling mahal dalam struktur biaya kendaraan listrik.
Geely mengatasi kekhawatiran ini dengan memberikan garansi baterai jangka panjang sesuai standar industri global.
Skema garansi biasanya mencakup penurunan kapasitas hingga batas tertentu dalam periode pemakaian yang ditentukan.
Ketersediaan bengkel resmi menjadi indikator utama kesiapan merek di pasar baru.
Geely memulai penetrasi dengan fokus pada kota-kota dengan infrastruktur EV yang sudah berkembang.
Strategi ini memungkinkan konsentrasi pelatihan teknisi dan penyediaan peralatan servis khusus secara lebih efisien.
Dalam jangka panjang, perluasan jaringan bengkel menjadi faktor kunci bagi adopsi massal mobil listrik Geely.
Konsumen tidak hanya membeli produk, tetapi juga membeli kepastian layanan setelah transaksi selesai.
Baca Juga: Geely EX2 Tawarkan Jarak 395 Km, Fast Charging 25 Menit
Dari perspektif industri, kesiapan servis dan suku cadang menjadi fondasi utama keberlanjutan merek di Indonesia.
Geely menempatkan aspek ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang, bukan sekadar pelengkap penjualan.
Pendekatan tersebut menentukan apakah mobil listrik Tiongkok dapat membangun kepercayaan di pasar Indonesia yang sensitif terhadap layanan purna jual.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait:
Advertisement