Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kalah dengan Produsen Mobil China, Pabrik Suzuki di Thailand Dijual ke Ford

Kalah dengan Produsen Mobil China, Pabrik Suzuki di Thailand Dijual ke Ford Kredit Foto: Reuters/Benoit Tessier
Warta Ekonomi, Jakarta -

Suzuki Motor setuju untuk menjual pabrik perakitan kendaraannya di Rayong, Thailand kepada produsen mobil dari Amerika Serikat (AS), Ford Motor.

Laporan dari Just Auto menyebut alasan Suzuki menjual pabriknya itu lantaran ingin mengurangi biaya dan merampingkan operasional globalnya di tengah persaingan yang semakin ketat dengan produsen mobil China.

Pabrik yang dijual itu memiliki seluas 65.000 meter persegi, yang terletak di lahan seluas 66 hektar yang bersebelahan dengan fasilitas produksi kendaraan Ford Thailand Manufacturing Company (FTM).

Pabrik itu beroperasi dari tahun 2012 dengan kapasitas produksi tahunan sebanyak 80.000 kendaraan dan telah memproduksi beberapa model, diantaranya;  Alto, Ciaz, dan Swift.

Capaian produksi di pabrik ini terjadi sekira tahun 2013, di mana pabrik Rayong ini berhasil memproduksi 60.000 unit. Akan tetapi, setelahnya produksi secara tahunan turun tajam menjadi hanya 4.400 unit pada tahun 2025.

Baca Juga: Nissan Resmi Jual Pabrik Manufakturnya ke Chery

"Syarat keuangan kesepakatan tersebut belum diungkapkan, dan transfer lahan dan aset dijadwalkan akan selesai dalam beberapa bulan mendatang," tulis laporan itu.

Sementara, kemungkinan Ford akan menggunakan fasilitas pabrik tersebut untuk memproduksi memproduksi truk double cabin Ford Ranger dan SUV Everest.

Seorang juru bicara Suzuki mengkonfirmasi bahwa keputusan untuk menjual pabrik tersebut diambil setelah perusahaan tersebut kesulitan membangun kehadiran yang kuat di pasar mobil kecil Thailand, dengan masalah yang diperparah oleh nilai tukar baht Thailand yang kuat dan meningkatnya persaingan dari produsen mobil China.

Produksi di pabrik tersebut diperkirakan telah dihentikan pada akhir tahun 2025.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: