Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

IHSG Rontok, Purbaya: Kan Masih Shock, Minggu Depan akan Balik Lagi

IHSG Rontok, Purbaya: Kan Masih Shock, Minggu Depan akan Balik Lagi Kredit Foto: Istihanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat anjlok hingga memicu trading halt di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (28/1/2026) dipicu sentimen laporan Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan bersifat sementara.

Pada penutupan perdagangan Rabu (28/1/2026), IHSG ditutup turun 659,67 poin atau 7,35% ke level 8.320,55. Sebelumnya, BEI membekukan sementara perdagangan saham pada pukul 13.43.13 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS) setelah IHSG turun hingga 8%.

“Ini kan masih shock. Besok akan flat. Minggu depan lah Anda lihat, minggu depan lah akan balik. Karena fondasi ekonomi betul-betul kita perbaiki dengan serius,” kata Purbaya di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Baca Juga: Bos Bursa Ungkap IHSG Anjlok karena Panic Selling

Purbaya menyebut tekanan di pasar saham dipicu laporan MSCI yang menyoroti isu transparansi dan praktik perdagangan saham di Indonesia. Menurutnya, reaksi pasar terhadap laporan tersebut cenderung berlebihan.

Ia mengaku telah berkomunikasi dengan Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memastikan seluruh catatan MSCI ditindaklanjuti sebelum batas waktu evaluasi pada Mei 2026.

“Jadi ini hanya shock sesaat. Jadi pasti perusahaan-perusahaan itu akan bisa memenuhi syarat MSCI dan akan bisa masuk ke indeksnya MSCI maupun ya saham yang boleh diinvestasi oleh perusahaan-perusahaan asing global,” ujarnya.

Purbaya menegaskan fokus pemerintah saat ini adalah memperkuat fundamental perekonomian nasional melalui sinergi kebijakan fiskal, moneter, dan perbaikan iklim investasi.

“Saya dengan BI sudah lebih sinkron sekarang kebijakannya moneter, fiskal, dan iklim investasi kan diperbaiki terus. Moneter, fiskal, uangnya sudah tumbuh sesuai dengan harapan kita, M0-nya, base money-nya,” ucapnya.

Baca Juga: IHSG Terjun 8% Karena MSCI, Danantara Janji akan Segera Beraksi

Ia menilai penguatan kebijakan tersebut akan mendorong pertumbuhan ekonomi ke level double digit dalam jangka menengah.

Dari sisi fiskal, Purbaya menyatakan pemerintah akan mengoptimalkan penerimaan negara tanpa menaikkan tarif pajak maupun cukai, serta mendorong belanja kementerian dan lembaga agar lebih tepat waktu dan tepat sasaran.

“Saya akan perbaiki cara kita mengumpulkan pajak dan cukai sehingga hasilnya akan lebih optimal tanpa menaikkan tarif pajak atau cukai. Nah, terus nanti kita mendorong semua kementerian/lembaga untuk belanja tepat waktu, tepat sasaran,” tuturnya.

Selain itu, pemerintah juga akan memperkuat perbaikan iklim investasi melalui forum debottlenecking untuk menangani berbagai kasus strategis. Dengan langkah tersebut, Purbaya optimistis pertumbuhan ekonomi nasional dapat mencapai 6% pada tahun ini.

“Ke depan akan ada kasus-kasus besar yang masuk situ yang akan bisa menunjukkan bahwa Indonesia serius memperbaiki iklim investasi. Jadi, fiskal moneter saja 6 persen (pertumbuhan ekonomi) tahun ini,” katanya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Cita Auliana
Editor: Annisa Nurfitri

Advertisement

Bagikan Artikel: