Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pertama di Dunia, Vivo X300 Ultra Bawa Dua Kamera 200MP dan Zoom Efektif 800mm! Sinema di Kantong

Pertama di Dunia, Vivo X300 Ultra Bawa Dua Kamera 200MP dan Zoom Efektif 800mm! Sinema di Kantong Kredit Foto: Vivo X300 Ultra
Warta Ekonomi, Jakarta -

Vivo membawa sesuatu yang tidak biasa ke panggung Mobile World Congress 2026 di Barcelona. Bukan kamera dengan foto landscape dramatis atau bokeh sempurna yang mereka tonjolkan pertama kali, melainkan kemampuan video dan itu bukan kebetulan.

X300 Ultra diklaim sebagai ponsel pertama di dunia yang mengusung dua kamera 200 megapiksel sekaligus. Kamera utamanya menggunakan sensor Sony LYT-901 200MP berukuran 1/1,12 inci, sementara lensa telefoto periskop mengandalkan sensor Samsung ISOCELL HPB 200MP.

Melengkapi sistem kamera itu, terdapat kamera ultrawide Sony LYT-828 50MP, kamera depan 50MP dengan autofokus, serta sensor multispektral 5MP untuk meningkatkan akurasi warna dan detail.

Dua kamera 200MP bukan sekadar perlombaan angka artinya setiap focal length dari wide hingga telefoto jauh memiliki resolusi yang setara tanpa kompromi di ujung zoom.

Lensa telefoto periskop-nya sudah mengantongi sertifikasi Zeiss APO, menandakan presisi optik tinggi terutama dalam menekan distorsi warna pada pembesaran tinggi.

Vivo melangkah lebih jauh dengan menghadirkan telekonverter Zeiss 400mm sebagai aksesori pendamping dan dengan cropping sensor, jangkauan zoom efektifnya diklaim bisa tembus 800mm atau setara 30x zoom optis.

Untuk konteks, lensa 800mm di kamera mirrorless adalah alat yang lazim dipakai fotografer satwa liar dan jurnalis olahraga profesional, dengan harga yang bisa mencapai puluhan juta rupiah dan bobot lebih dari dua kilogram.

Vivo mengemas kemampuan itu ke dalam sebuah aksesori genggaman.

Di sektor video, semua kamera belakang X300 Ultra mendukung perekaman 4K 120fps dalam format 10-bit Log dan Dolby Vision, dengan stabilisasi OIS hingga 3 derajat di seluruh rentang kamera.

Format 10-bit Log adalah standar yang digunakan kamera sinema profesional seperti Sony FX3 dan Canon C70, memberikan ruang gerak warna yang jauh lebih luas saat proses editing.

Vivo juga menyematkan dukungan workflow ACES standar manajemen warna yang digunakan produksi film Hollywood serta sistem perekaman audio empat mikrofon untuk hasil suara yang lebih bersih tanpa aksesori tambahan. Dolby Vision berarti konten yang dihasilkan langsung kompatibel dengan platform streaming premium.

X300 Ultra tidak hadir sendirian. Vivo memperkenalkannya bersama rangkaian aksesori pegangan ergonomis untuk stabilitas saat merekam, kipas pendingin eksternal untuk menjaga suhu selama sesi perekaman 4K panjang, dan lampu tambahan untuk pencahayaan portabel.

Strategi ekosistem ini menunjukkan siapa yang Vivo bidik: kreator konten yang selama ini harus membawa tas penuh peralatan ke setiap lokasi syuting.

Dari sisi spesifikasi dasar, ponsel ini ditenagai chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 fabrikasi 3nm, baterai 7.000mAh dengan pengisian cepat kabel 100W dan nirkabel 40W, serta layar OLED LTPO 2K berukuran 6,82 inci.

Sertifikasi IP69 turut hadir, memastikan ketahanan terhadap air dan debu bahkan dalam kondisi lapangan yang ekstrem.

Baca Juga: Vivo V70 dan V70 FE Resmi Dijual di Indonesia, Ini Perbedaan Mencolok Keduanya

Ini adalah kali pertama Vivo meluncurkan varian Ultra secara global, karena selama ini label "Ultra" hanya dijual eksklusif di China.

Kemunculan X300 Ultra di database TKDN Indonesia menjadi sinyal bahwa Vivo sedang menyiapkan jalur rilis resmi di tanah air, meski jadwal dan harga resminya belum diumumkan.

Sebagai gambaran harga, Vivo X300 Pro yang berada satu tingkat di bawahnya dibanderol Rp18,99 juta di Indonesia. Dengan selisih fitur yang signifikan, X300 Ultra kemungkinan besar akan hadir di kisaran harga yang lebih tinggi dari angka tersebut.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat