Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dilantik Jadi Ketua DEN, Bahlil Ungkap 4 Arahan Prabowo

Dilantik Jadi Ketua DEN, Bahlil Ungkap 4 Arahan Prabowo Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang ditetapkan sebagai Ketua Harian Dewan Energi Nasional (DEN) mengungkapkan empat arahan utama Presiden terkait agenda energi nasional.

Ia menyampaikan, Presiden Prabowo menekankan empat fokus kebijakan energi, yakni kedaulatan energi, ketahanan energi, kemandirian energi, dan swasembada energi. Arahan tersebut menjadi mandat utama DEN dalam merumuskan kebijakan strategis sektor energi ke depan.

“Ada empat fokus Bapak Presiden. Yang pertama itu adalah kedaulatan energi, itu enggak boleh ada intervensi dari pihak mana pun. Yang kedua itu adalah tentang ketahanan energi,” ujar Bahlil kepada awak media usai pelantikan, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Baca Juga: Bahlil Lahadalia Jadi Ketua Harian DEN, Menkeu Purbaya Anggota

Terkait ketahanan energi, Bahlil menyoroti kondisi cadangan energi nasional yang masih terbatas. Saat ini, ketahanan energi Indonesia tercatat hanya sekitar 21 hari. Pemerintah menargetkan peningkatan kapasitas cadangan hingga mencapai tiga bulan melalui pembangunan fasilitas penyimpanan energi.

“Kita tahu bahwa ketahanan energi kita hanya 21 hari, dan ini kita akan up menjadi 3 bulan, dan ini pasti kita akan membangun storage,” jelasnya.

Arahan ketiga dan keempat Presiden, lanjut Bahlil, berkaitan dengan penguatan kemandirian dan swasembada energi nasional. Kedua fokus tersebut diarahkan untuk menekan ketergantungan Indonesia terhadap impor energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM).

Menurut Bahlil, impor BBM masih menjadi tantangan besar dalam struktur energi nasional. Saat ini, Indonesia masih mengimpor sekitar 30 juta kiloliter BBM per tahun, baik jenis solar maupun bensin.

“Kita tahu kita hari ini masih impor BBM kurang lebih sekitar 30 juta lebih kiloliter, baik solar maupun bensin. Dan yang keempat itu adalah swasembada. Pasti kami akan melakukan bertahap dan tujuannya pada akhirnya adalah swasembada. Itu,” tegasnya.

Baca Juga: Presiden Prabowo Lantik Anggota Dewan Energi Nasional, Bahlil Jadi Ketua Harian

Bahlil menambahkan, DEN akan berperan sebagai instrumen kelembagaan yang kuat dalam menyusun kebijakan teknis untuk merealisasikan keempat arahan Presiden tersebut. Lembaga ini akan memastikan koordinasi lintas sektor berjalan efektif dalam mendukung agenda energi nasional.

Berdasarkan informasi yang diterima Warta Ekonomi, surat keputusan (SK) keanggotaan DEN periode 2026–2030 telah ditetapkan sejak 30 Desember 2025. Namun, pelantikan resmi baru dilaksanakan hari ini oleh Presiden Prabowo.

Sebelum pelantikan, DEN dilaporkan telah bekerja secara paralel dengan menggodok sejumlah agenda strategis, antara lain penyusunan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), perumusan kebijakan Energi Baru dan Terbarukan (EBT), serta kajian pemanfaatan tenaga nuklir sebagai sumber energi masa depan.

“Dengan pelantikan hari ini, harapannya semua bisa diselesaikan, sudah barang tentu sesuai dengan arahan kebijakan Bapak Presiden,” tutup Bahlil.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Annisa Nurfitri

Advertisement

Bagikan Artikel: