Kenapa Banyak Orang Sukses Menerapkan Gaya Hidup Frugal Living?
Kredit Foto: Istimewa
Beberapa orang sukses seperti Warren Buffet, Bill Gates hingga Mark Zuckerberg ternyata menerapkan gaya hidup frugal living.
Frugal living sendiri dikenal sebagai gaya hidup dengan kebiasaan hemat yang menyadari pengeluaran dan fokus kepada prioritas keuangan.
Melansir dari BFI, Frugal living adalah konsep gaya hidup yang mengedepankan minimalis. Orang yang menjalankan konsep hidup hemat akan lebih memperhatikan manfaat barang atau jasa yang diperoleh atas biaya yang telah dikeluarkan.
Banyak yang mengatakan bahwa frugal living adalah gaya hidup hemat next level yang banyak diterapkan oleh orang kaya.
Mengutip dari Yahoo Finance, Warren Buffet seorang pengusaha Amerika yang diakui sebagai investor sukses ternyata menerapkan konsep hidup frugal living.
Selama berpuluh-puluh tahun Warren Buffet tinggal di rumahnya yang berlokasi di Omaha, Nebraska meskipun ia bisa saja pindah di villa mewah di California yang memiliki harga ratusan miliar.
Gaya hidup frugal living yang diterapkan oleh Buffet juga dapat dilihat dari mobil yang ia miliki.
Pengusaha tersebut lebih memutuskan untuk menggunakan mobil Cadillac XTS yang dibelinya tahun 2014 dari pada mengoleksi mobil mewah seperti Ferrari atau Roll-Royce.
Tak jauh berbeda dengan Mark Zuckerberg, pendiri Facebook tersebut juga menerapkan konsep frugal living, dimana ia setiap hari hanya mengenakan t-shirt abu-abu meskipun ia bisa saja memakai pakaian dari brand mewah atau perancang busana terkenal.
Namun Mark mengatakan bahwa ia tak mau setiap hari waktunya habis hanya untuk memikirkan pakaian apa yang harus ia kenakan.
Melihat fenomena ini, tentu memunculkan pertanyaan kenapa kebanyakan orang kaya yang sukses secara finansial masih menerapkan gaya hidup hemat.
Jika melihat 10 daftar orang terkaya di dunia tak satupun dari mereka suka pamer harta meskipun sebenarnya mereka bisa membeli apa saja yang mereka mau.
Mengutip dari Vice, seorang profesor sosiologi di New School for Social Research, New York, Racher Sherman telah mempelajari gaya hidup orang kaya.
Ia mengatakan bahwa kebanyakan orang kaya sangat berhati-hati dalam membelanjakan uang mereka.
Jauh dari gaya hidup mewah orang kaya ini mencoba menggunakan uang mereka untuk kebutuhan “senormal mungkin.”
Sherman juga mengutarakan pendapatnya terkait konten-konten anak muda usia 20-an yang gemar memamerkan kekayaan orangtuanya.
Ia mengatakan bahwa orang kaya yang melihat konten tersebut akan menjadikan konten itu sebagai konten yang tak layak untuk ditiru.
Orang kaya akan berpikir kembali untuk menjadi orang kaya yang menarik perhatian, dan lebih menjauhkan diri dari hal tersebut.
Sherman mengatakan bahwa orang kaya sangat hati-hati dan teliti dengan implikasi moral dari privilege yang dimiliki.
Kebiasaan berhemat adalah salah satu cara untuk menilai apakah seseorang yang kaya itu baik secara moral atau tidak.
Cara Menerapkan Frugal Living ala Orang Sukses
Melansir dari Economic Times, ada beberapa cara yang bisa ditiru dari gaya orang kaya saat menerapkan gaya hidup frugal.
Pertama cobalah hidup dengan sederhana jangan menghabiskan uang untuk hal-hal yang kurang dibutuhkan.
Misalnya ingin memiliki rumah atau mobil, cukup dengan memaknai rumah sebagai tempat berlindung dan mobil sebagai kendaraan sehingga tidak perlu yang terlalu mewah.
Meskipun memiliki banyak uang untuk membeli pakaian dan makanan mahal, orang yang menerapkan frugal living akan lebih fokus dengan kegunaan dari barang-barang yang mereka miliki.
Selain itu menabung dan investasi juga menjadi hal penting karena frugal living juga mengutamakan kestabilan finansial di masa depan.
Daripada menghabiskan uang untuk membeli barang-barang, orang kaya lebih banyak menggunakan uang mereka untuk berinvestasi.
Baca Juga: Kenapa Overthinking dapat Menghambat Produktivitas dan Kesehatan Mental?
Untuk membatasi uang yang dibelanjakan, penganut gaya frugal living akan membatasi uang tunai yang mereka bawa.
Hal tersebut sangat membantu dalam menghemat pengeluaran dan berbelanja sesuai kebutuhan. Selain itu mereka juga masih memanfaatkan diskon saat membeli suatu barang.
Perlu diingatkan bahwa untuk menerapkan gaya hidup ini diperlukan niat dan komitmen serta pemahaman akan tujuan dari gaya hidup frugal itu sendiri. (WE Trivia/Sabriena Yully Puspita)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait:
Advertisement