Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Defisit APBN Nyaris 3%, Purbaya: Pegawai Kemenkeu Sampai Gak Bisa Tidur

Defisit APBN Nyaris 3%, Purbaya: Pegawai Kemenkeu Sampai Gak Bisa Tidur Kredit Foto: Azka Elfriza
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan tekanan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 nyaris menyentuh batas 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB) akibat penerimaan pajak dan bea cukai yang berada di bawah target, sementara belanja negara tetap dijaga ekspansif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Yang saya rasakan di akhir tahun tuh karena pendapatannya di bawah target pajak maupun Bea Cukai, pengeluarannya kita harus ekspansif untuk dorong ekonomi. Jadi defisitnya nyenggol-nyenggol ke atas 3%,” kata Purbaya saat ditemui di Gedung Djuanda, Rabu (28/1/2026).

Baca Juga: Purbaya Tak Main-main, Pejabat DJP Jadi Korban

Purbaya menjelaskan, ruang fiskal yang semakin terbatas membuat pengelolaan APBN 2025 berlangsung lebih menegangkan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Meski realisasi defisit tetap berada di bawah 3% PDB, kehati-hatian tetap diperlukan karena sensitivitas kebijakan fiskal yang meningkat.

“Untungnya hal yang ditakutkan tidak terjadi,” ujarnya, merujuk pada realisasi defisit yang tidak melampaui batas yang ditetapkan pemerintah.

Tekanan tersebut, lanjut Purbaya, tidak hanya dirasakan oleh dirinya, tetapi juga oleh jajaran pengelola keuangan negara menjelang tutup buku anggaran. Intensitas kerja meningkat seiring upaya memastikan defisit tetap terkendali.

“Akibatnya, Pak Prima enggak bisa tidur tuh. Pak Luky juga sampai jam 12 malam. Pak Bimo, semua lah saya kerjain. Pak Wamen juga sama,” imbuhnya.

Baca Juga: Pajak E-Commerce Tertahan, Purbaya Tunggu Masyarakat Punya Uang

Purbaya membandingkan kondisi fiskal 2025 dengan tahun sebelumnya yang dinilai relatif lebih longgar. Pada periode sebelumnya, tekanan terhadap batas defisit dinilai tidak sekuat tahun ini.

“Saya pikir tahun lalu nggak begitu ya? Sama, tetapi nggak tegang lewat 3% apa enggak. Kalau ini beda karena fiscal space kita semakin kecil,” tambahnya.

Ke depan, Kementerian Keuangan akan mendorong peningkatan pendapatan negara untuk memperkuat ruang fiskal. Fokus diarahkan pada optimalisasi penerimaan pajak dan bea cukai guna menjaga keberlanjutan kebijakan fiskal.

“Saya mau seluruh potensi cukai yang ada dikumpulkan secara maksimal, bukan optimal,” tuturnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri

Advertisement

Bagikan Artikel: