Kredit Foto: Istimewa
Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ali Murtopo Simbolon mengungkapkan program Gig Economy yang diluncurkan di 15 kota akan memperluas kesempatan kerja bagi generasi muda.
Hal tersebut disampaikan Ali dalam peluncuran Program Pelatihan Gig Economy bagi Gen Z dan AI Open Innovation Challenge di Provinsi Jawa Barat, Bandung, Jumat (30/01/2025).
Baca Juga: Fundamental Ekonomi Kuat, Pemerintah Perkuat Integritas Pasar Modal
“Launching Gig Economy merupakan program dari Bapak Presiden yang dilaksanakan oleh Bapak Menko Prekonomian dan kami bagian dari Kementerian Koordinator Bidang Perkonomian menyiapkan program ini untuk perluasan kesempatan kerja di kota-kota yang sudah ditetapkan di 15 kota,” ucapnya, dikutip dari siaran pers Kemenko Perekonomian, Senin (2/2).
Program tersebut merupakan bagian dari Paket Kebijakan Ekonomi (PKE) 2025 yang mencakup 8 program akselerasi, 4 program lanjutan hingga 2026, serta 5 program penyerapan tenaga kerja, dengan salah satu fokus utamanya adalah penguatan ekosistem gig economy.
Lebih lanjut, ekonomi digital Indonesia merupakan yang terbesar di kawasan ASEAN dan diperkirakan mencapai hampir USD100 miliar pada akhir 2025. Pertumbuhan ini didorong oleh e-commerce dan layanan berbasis platform digital yang terus melahirkan sektor, profesi, dan peluang ekonomi baru, sekaligus mengubah pola pekerjaan menjadi lebih fleksibel dan berbasis proyek.
Program Penguatan Ekosistem Gig Economy dirancang secara menyeluruh (end-to-end), tidak hanya melalui pelatihan dan peningkatan keterampilan (skilling), tetapi juga dengan penyediaan ruang kolaborasi (co-working) serta akses pasar kerja melalui marketplace digital.
Implementasi program ini akan dilaksanakan secara bertahap di 15 daerah terpilih. Setelah pilot project pertama diluncurkan di Jakarta Creative Hub pada Desember 2025, Provinsi Jawa Barat ditetapkan sebagai lokasi strategis berikutnya. Jawa Barat dinilai memiliki ekosistem pendidikan, kreativitas, dan teknologi yang kuat, dengan kontribusi ekonomi kreatif mencapai 20,73% terhadap PDB ekonomi kreatif nasional atau sekitar Rp310 triliun, serta menyerap lebih dari 6,24 juta tenaga kerja kreatif.
Selanjutnya, pengembangan talenta digital di daerah menjadi fondasi penting dalam kesiapan Indonesia memanfaatkan peluang ekonomi digital kawasan, khususnya melalui implementasi ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA) yang menargetkan nilai ekonomi digital ASEAN mencapai USD2 triliun pada 2030.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: