Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Proyek JETP Diharapkan Dukung Masa Depan Energi Berkelanjutan di Indonesia

Proyek JETP Diharapkan Dukung Masa Depan Energi Berkelanjutan di Indonesia Kredit Foto: Nadia Khadijah Putri
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berharap proyek stratgeis Just Energy Transition Partnership (JETP) dapat mendukung masa depan energi berkelanjutan di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Menko Airlangga selaku Ketua Pengarah Satuan Tugas (Satgas) Transisi Energi dan Ekonomi Hijau (TEH) dalam Seremoni Pencapaian Proyek JETP)Tahun 2026 di Jakarta, Kamis (5/02/2026).

Baca Juga: Menko Airlangga Dorong Percepatan Transformasi Pasar Modal

“Pada kesempatan ini, saya dengan senang hati menyaksikan sebuah upacara penting yang menandai dua program strategis JETP, yaitu Green Energy Corridor Sulawesi (GECS) dan Green Bond Development Facility (GBDF). Kedua program ini merupakan hasil kolaborasi erat antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jerman, yang mencerminkan kemitraan strategis yang kuat serta kepercayaan bersama dalam mendorong transisi energi yang berkelanjutan,” ujarnya, dikutip dari siaran pers Kemenko Perekonomian, Jumat (6/2).

Menko Airlangga menyampaikan bahwa komitmen pendanaan JETP Indonesia sebesar USD21,4 miliar dan telah direalisasikan pendanaan hingga bulan Januari 2026 mencapai sekitar USD3,4 miliar. Hal ini mencerminkan kemajuan nyata dari komitmen yang telah disepakati bersama mitra internasional. Dalam seremoni tersebut juga telah disampaikan penambahan komitmen sekitar USD400 juta untuk menjadikan total komitmen pendanaan JETP Indonesia mencapai sekitar USD21,8 miliar.

Selanjutnya, ditandai pula penandatanganan dan capaian dua program unggulan JETP yang didukung Pemerintah Jerman, yaitu Green Energy Corridor Sulawesi (GECS) dan Green Bond Development Facility (GBDF). Program GECS difokuskan pada penguatan infrastruktur transmisi listrik guna mendukung integrasi energi terbarukan skala besar, sementara GBDF bertujuan memperkuat ekosistem pembiayaan hijau melalui pengembangan pasar obligasi hijau, sosial, dan berkelanjutan di Indonesia.

Program GECS memperoleh dukungan pembiayaan pinjaman konsesional senilai EUR300 juta melalui kerja sama antara PT PLN (Persero) dan KfW Development Bank. Program ini menjadi sangat penting mengingat Sulawesi tengah berkembang sebagai pusat pertumbuhan utama industri, termasuk kawasan pengolahan nikel dan mineral, smelter, serta ekosistem industri kendaraan listrik.

Sementara itu, GBDF merupakan kemitraan berbasis hibah antara KfW Development Bank dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero). Program ini berperan penting dalam memperkuat ekosistem pembiayaan hijau Indonesia melalui pengembangan pasar obligasi hijau dan berkelanjutan, peningkatan kualitas dan kredibilitas penerbitan, serta penguatan kesadaran dan infrastruktur pasar untuk memperluas permintaan dan pasokan investasi berkelanjutan.

Menko Airlangga juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Keuangan dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia atas penyelesaian perjanjian pinjaman dan hibah yang memastikan kredibilitas dan keberlanjutan pembiayaan proyek JETP. 

Pemerintah Indonesia turut menghargai dukungan Pemerintah Jerman serta kontribusi berkelanjutan dari seluruh mitra dalam International Partners Group (IPG) yang dipimpin bersama oleh Jerman dan Jepang.

“Semoga kerja sama ini terus menghasilkan proyek-proyek nyata yang memperkuat sistem energi Indonesia, memobilisasi investasi hijau, serta mendukung masa depan energi Indonesia yang lebih bersih dan berkelanjutan. Percepatan ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar ketersediaan pembiayaan JETP dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mencapai target net zero emission paling lambat tahun 2060,” pungkas Menko Airlangga.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

Bagikan Artikel: