Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
Pemerintah turut menyiapkan langkah strategis pengembangan industri semikonduktor nasional, baik pada sisi desain, perakitan, hingga penguatan ekosistem sumber daya manusia. Kerja sama internasional dengan sejumlah institusi global, terus diperluas seiring dengan komitmen investasi Pemerintah untuk memperkuat industri berbasis teknologi tinggi di dalam negeri. Seluruh agenda tersebut didukung oleh penguatan ekosistem sains, teknologi, engineering, dan matematika (STEM), termasuk rencana pembangunan universitas baru serta kolaborasi dengan perguruan tinggi kelas dunia.
“Jadi semikonduktor ini kita siapkan bukan hanya desainnya saja, tetapi juga SDM-nya. Nah memang dari jumlah startup AI Indonesia baru 5. Sementara Malaysia sekitar 20, Vietnam ada 20, dan Singapura 200. Jadi ini yang harus kita kejar ke depan. Maka kita butuh para insinyur untuk kembali pada profesi insinyurnya,” ujar Menko Airlangga.
Menutup sambutannya, Menko Airlangga menyampaikan optimistisme Pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan melalui penguatan ekonomi hijau, industri berteknologi tinggi, dan integrasi ekonomi digital, salah satunya ASEAN DEFA. Menko Airlangga juga menyampaikan rasa bangga bahwa Indonesia melalui Persatuan Insinyur Indonesia (PII), akan menjadi tuan rumah dalam gelaran “World Engineering Day for Sustainable Development 2026” yang akan dilaksanakan pada 4 Maret 2026.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: