Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Seret Dua Anak Usaha Astra dan BUMN Pembiayaan, Moody’s Beri Outlook Negatif

Seret Dua Anak Usaha Astra dan BUMN Pembiayaan, Moody’s Beri Outlook Negatif Kredit Foto: Unsplash/Isaac Smith
Warta Ekonomi, Jakarta -

Moody’s Ratings menyeret dua anak usaha Astra dan dua badan usaha milik negara (BUMN) pembiayaan ke dalam outlook peringkat kredit negatif, menyusul perubahan outlook peringkat kredit Pemerintah Indonesia menjadi negatif dari stabil pada 5 Februari 2026.

Empat entitas yang terdampak adalah Astra Sedaya Finance (ASF) dan Federal International Finance (FIF) sebagai anak usaha Astra, serta PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (Indonesia Eximbank) sebagai BUMN pembiayaan. Moody’s mempertahankan seluruh peringkat issuer dan instrumen utang masing-masing entitas, namun mengubah outlook menjadi negatif dari sebelumnya stabil.

Moody’s menyatakan langkah tersebut mencerminkan meningkatnya risiko terhadap kredibilitas kebijakan Indonesia. Risiko ini tercermin dari menurunnya prediktabilitas dan koherensi dalam proses perumusan kebijakan, serta melemahnya efektivitas komunikasi kebijakan dalam satu tahun terakhir.

Baca Juga: BUMN Kena Sengatan Moody's, Outlook PLN, PGN, Pelindo, dan Hutama Karya Jadi Negatif

Moody’s menegaskan perubahan outlook ini tidak terlepas dari keterikatan peringkat keempat entitas terhadap peringkat sovereign Indonesia. Apabila peringkat pemerintah diturunkan, Indonesia Eximbank dan PT SMI akan langsung terdampak karena peringkat keduanya mengandung uplift dari asumsi dukungan pemerintah.

Sementara itu, peringkat ASF dan FIF juga dibatasi oleh peringkat sovereign. Dengan demikian, setiap penurunan peringkat Pemerintah Indonesia akan secara otomatis menekan peringkat kedua perusahaan pembiayaan tersebut.

Pada Astra Sedaya Finance, Moody’s mempertahankan peringkat issuer jangka panjang Baa2 untuk mata uang asing dan lokal, serta peringkat program medium-term notes (MTN) (P)Baa2, dengan outlook negatif. Penilaian standalone ba1 mencerminkan eksposur terhadap siklus pembiayaan otomotif, lingkungan operasi domestik, serta faktor kualitatif terkait akses pendanaan dalam kondisi tekanan.

Federal International Finance juga dipertahankan pada peringkat issuer jangka panjang Baa2 dan MTN (P)Baa2, dengan outlook negatif. Penilaian standalone ba1 mencerminkan risiko siklus pembiayaan otomotif serta ketergantungan yang tinggi terhadap kondisi ekonomi domestik.

Untuk Indonesia Eximbank, Moody’s mempertahankan peringkat issuer Baa2 dan MTN (P)Baa2 dengan outlook negatif. Penilaian standalone b2 ditempatkan lebih rendah untuk mencerminkan volatilitas lingkungan operasi, khususnya yang terkait dengan pergerakan harga komoditas, serta likuiditas neraca yang dinilai relatif lemah.

Baca Juga: Lima Bank Besar RI Terimbas Outlook Negatif Moody’s

Sementara itu, PT SMI mempertahankan peringkat issuer Baa2 dan MTN (P)Baa2 dengan outlook negatif. Penilaian standalone ba2 mencerminkan eksposur terhadap aset infrastruktur berisiko lebih tinggi dengan tenor panjang, serta ekspektasi perubahan pada metrik permodalan dan profitabilitas.

Moody’s menegaskan tidak ada peluang kenaikan peringkat selama outlook negatif masih berlaku. Outlook dapat kembali stabil apabila peringkat sovereign Indonesia tetap di level Baa2 dan outlook pemerintah direvisi kembali menjadi stabil.

Sebagai catatan, total aset PT SMI tercatat sebesar Rp116 triliun per 30 Juni 2025, Indonesia Eximbank Rp43,7 triliun per 30 September 2025, Astra Sedaya Finance Rp42,3 triliun per 30 Juni 2025, dan Federal International Finance Rp50,4 triliun per 30 September 2025.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri

Bagikan Artikel: