Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Selain itu, Ayu menambahkan, partisipasi pada pameran ini sekaligus menjadi strategi nation branding produk Indonesia di pasar global. “Upaya ini sekaligus menjadi sarana membangun citra produk Indonesia sebagai produk berkualitas, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi,” imbuh Ayu.
Syarifah, pemilik Arifahstudio, mengaku senang dapat bergabung sebagai peserta pameran pada Paviliun Indonesia dalam ajang Spring Fair di Inggris. Ia menilai Spring Fair merupakan pameran dagang berskala besar di Inggris yang memberikan peluang luas bagi pelaku usaha untuk memperluas jaringan pasar. Melalui keikutsertaannya dalam pameran tersebut, Syarifah mengungkapkan telah memperoleh sejumlah kontak pembeli potensial yang dinilai menguntungkan bagi pengembangan usahanya.
Pada Januari—November 2025, total perdagangan Indonesia dan Inggris tercatat sebesar USD 2,41 miliar. Ekspor Indonesia tercatat USD 1,43 miliar dan impornya USD 973,20 juta. Sementara itu, pada 2024, total perdagangan kedua negara tercatat sebesar USD 2,78 miliar dengan nilai ekspor Indonesia sebesar USD 1,81 miliar dan impornya USD 978,80 juta.
Ekspor utama Indonesia ke Inggris termasuk produk besi dan baja, alas kaki, mesin dan peralatan listrik, kayu dan produk kayu, serta pesawat mekanik. Sedangkan, impor Indonesia dari Inggris didominasi mesin-mesin dan pesawat mekanik, kendaraan dan bagiannya, mesin dan peralatan listrik, perangkat optik, serta produk industri farmasi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya