Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kemen UMKM Salurkan Bantuan untuk 4.876 Pengusaha Terdampak Bencana di Sumbar

Kemen UMKM Salurkan Bantuan untuk 4.876 Pengusaha Terdampak Bencana di Sumbar Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyalurkan alat dan bahan baku produksi kepada pengusaha UMKM di 12 kabupaten/kota terdampak bencana di  Sumatera Barat (Sumbar).

Bantuan tersebut disalurkan melalui Klinik UMKM Minang Bangkit guna mendorong  toko, warung, kafe, dan restoran yang merupakan penggerak ekonomi lokal untuk bisa beroperasi kembali.

Baca Juga: Kemen PPPA Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak Lewat Kerja Sama Internasional

Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Siti Azizah, di Sumbar, Senin (9/2) menyampaikan bahwa penyaluran bantuan merupakan bagian dari Layanan Produksi yang dirancang untuk membantu pengusaha UMKM yang terhenti aktivitasnya akibat bencana.

“Kementerian UMKM berada di garis depan dalam upaya menyelamatkan pengusaha UMKM terdampak. Klinik UMKM Minang Bangkit menjadi ruang pemulihan agar para pengusaha dapat kembali menjalankan usahanya dan menggerakkan ekonomi daerah,” ujar Azizah, dikutip dari siaran pers Kementerian UMKM, Selasa (10/2).

Berdasarkan SIDT-UMKM, terdapat 662.242 pengusaha UMKM di Sumatera Barat per 31 Oktober 2025. Sementara itu, data Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dashboard Satu Data Kebencanaan per 18 Januari 2026 mencatat sedikitnya 4.876 pengusaha UMKM terdampak bencana.

Banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak akhir November 2025 berdampak pada penurunan kapasitas usaha, kehilangan pasar, hingga terhentinya produksi. Kondisi tersebut menuntut langkah pemulihan yang terarah dan berkelanjutan.

“Seluruh tantangan itu harus dijawab melalui penguatan layanan produksi dan pendampingan yang memastikan pengusaha UMKM mampu kembali berdiri dan berkembang,” kata Azizah.

Untuk mempercepat pemulihan, Klinik UMKM Minang Bangkit beroperasi di Kantor Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat sebagai Command Center dan Service Center pemulihan pengusaha UMKM pascabencana. Klinik ini didukung oleh Bank Indonesia, Sampoerna Entrepreneurship Training Center, PIP, PLUT KUKM Sumatera Barat, Forum PKN, Himpunan Psikolog Indonesia (HIMPSI) Sumatera Barat, ABDSI, dan pemangku kepentingan lain melalui tiga fase pendampingan.

Fase Pulih Mental difokuskan pada pemulihan psikologis dan penguatan motivasi usaha. Fase Pulih Usaha mendorong kembalinya operasional melalui akses pembiayaan, pengelolaan modal, dan manajemen risiko. Fase Tumbuh diarahkan untuk meningkatkan daya saing melalui inovasi produk, strategi pemasaran, digitalisasi usaha, serta penguatan jejaring dan kemitraan.

Dalam pelaksanaannya, pemulihan dilakukan bersama 19 mitra dengan menyalurkan total 1.140 kompor, 1.040 tabung gas, 415 paket bahan baku produksi, 195 peralatan masak, serta 10.000 sak semen. Penyaluran dilakukan secara bertahap di berbagai wilayah terdampak.

Pada 22–23 Januari 2026, masing-masing 100 kompor dan tabung gas disalurkan ke Padang dan Padang Pariaman. Pengusaha UMKM di Pesisir Selatan menerima masing-masing 115 kompor, tabung gas, dan paket bahan baku produksi, sementara Kabupaten Agam memperoleh masing-masing 250 kompor dan tabung gas serta 300 paket bahan baku produksi.

Selanjutnya, pada 3–4 Februari 2026, Kota Solok dan Kabupaten Solok masing-masing menerima 100 kompor dan tabung gas, serta tambahan 40 peralatan masak disalurkan ke Agam dan Padang Pariaman.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

Bagikan Artikel: