Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Anabatic (ATIC) Rancang Rights Issue 600 Juta Saham, Dana untuk Lunasi Obligasi

Anabatic (ATIC) Rancang Rights Issue 600 Juta Saham, Dana untuk Lunasi Obligasi Kredit Foto: Anabatic
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) berencana menggelar penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue. Dalam aksi korporasi ini, Perseroan akan menerbitkan sebanyak 600 juta saham dengan nilai nominal Rp100 per saham, setara 25,91% dari total saham yang diterbitkan.

"Dana yang diperoleh dari hasil PMHMETD ini setelah dikurangi biaya-biaya akan digunakan untuk penyelesaian obligasi yang jatuh tempo pada tanggal 11 Juli 2026, dalam rangka mendukung dana kas dan fasilitas yang telah dimiliki Perseroan guna melakukan pembiayaan operasional Perseroan, oleh karenanya apabila terdapat sisa dana, maka akan digunakan untuk modal kerja atau membiayai kegiatan operasional Perseroan," kata manajemen.

Perseroan sebelumnya menerbitkan obligasi dengan opsi penyelesaian secara tunai atau melalui konversi menjadi saham. Saldo obligasi yang akan jatuh tempo adalah sebesar Rp559.993.857.416. Pada 29 Januari 2026, TIS Inc., selaku pemegang obligasi tersebut memutuskan untuk memilih skema pembayaran tunai.

Baca Juga: PIPA Siap Right Issue untuk Dukung Ekspansi Migas, Target Rampung Semester II 2026

Dengan posisi kas dan setara kas per 30 September 2025 sebesar Rp445.287.126.776, Perseroan menilai perlu menambah sumber pendanaan agar kewajiban tersebut dapat diselesaikan tanpa menambah beban bunga pinjaman baru, sekaligus menjaga kelancaran operasional.

Lebih lanjut, Perseroan telah mendapat konfirmasi dari TIS Inc., yang juga merupakan pemegang saham utama dengan porsi kepemilikan 37,30% telah menyatakan tidak akan mengambil bagian dalam rights issue ini yang menjadi haknya. 

"Bagi pemegang saham Perseroan yang tidak menggunakan haknya untuk mengambil bagian atas saham baru yang ditawarkan, maka dengan asumsi seluruh saham baru dalam PMHMETD ini, pemegang saham tersebut akan terkena dilusi atas persentase kepemilikan saham Perseroan maksimum sebesar 7,68%," terang manajemen.

Baca Juga: Perkuat Modal, Emiten Pelayaran (ELPI) Siapkan Rights Issue 2,03 Miliar Saham

Adapun rencana aksi korporasi ini akan terlebih dahulu dimintakan persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Maret 2026.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Bagikan Artikel: