Kredit Foto: Uswah Hasanah
PT Unilever Indonesia Tbk mencatatkan laba bersih hingga Rp7,6 triliun sepanjang tahun buku 2025 apabila memasukkan kontribusi dari operasi yang dihentikan (discontinued operations), termasuk penjualan bisnis es krim. Kinerja tersebut disampaikan manajemen dalam paparan kinerja di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (12/2/2026).
Presiden Direktur Unilever Indonesia Benjie Yap menjelaskan, laba bersih dari operasi yang masih berjalan tercatat Rp3,5 triliun, naik 21,8% dibandingkan tahun sebelumnya, seiring dengan pendapatan bersih yang mencapai Rp31,9 triliun, tumbuh 4,3% secara tahunan.
“Laba bersih dari operasi yang masih berjalan sebesar Rp3,5 triliun. Di luar biaya transformasi, laba bersih adalah Rp4,1 triliun,” ujar Benjie.
Dari sisi profitabilitas, margin laba bruto operasi berjalan tercatat 46,9%, melemah 60 basis poin dibandingkan tahun lalu akibat meningkatnya biaya transformasi. Namun, apabila tidak memasukkan komponen tersebut, margin laba bruto justru meningkat 46 basis poin.
Sementara itu, laba sebelum pajak operasi yang masih berjalan mencapai 14,1%, naik 183 basis poin secara tahunan. Di luar biaya transformasi, laba sebelum pajak berada di level 16,3%.
“Peningkatan keuntungan secara keseluruhan meningkat secara berarti di tahun 2025, dikendalikan oleh penerimaan disiplin dan manfaat dari agenda transformasi kita,” kata Benjie.
Manajemen juga mengungkapkan, apabila hasil operasi yang dihentikan turut diperhitungkan, termasuk laba dari penjualan bisnis es krim hingga Desember 2025, maka total laba bersih Perseroan mencapai sekitar Rp7,6 triliun.
“Jika kita dapat menambahkan es krim hingga Desember 2025, penjualan kita akan menumbuhkan 4,2%,” ucap Benjie.
Dari sisi likuiditas, Unilever Indonesia membukukan arus kas bebas (free cash flow) sebesar Rp4,9 triliun, meningkat 1,7 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Perseroan juga melaporkan posisi utang nol sepanjang 2025.
“Hasil kinerja kami sepanjang tahun menunjukkan bahwa momentum pemulihan yang telah kami bangun terus menguat,” jelasnya.
Benjie menambahkan, langkah disiplin operasional dan perubahan struktural yang diterapkan Perseroan telah memberikan dampak berkelanjutan terhadap pertumbuhan dan peningkatan profitabilitas, di tengah kondisi bisnis yang dinamis.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: