Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

PGE Dukung Proyek Green Terminal Tanjung Sekong Lewat Pemanfaatan Green Hydrogen

PGE Dukung Proyek Green Terminal Tanjung Sekong Lewat Pemanfaatan Green Hydrogen Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menunjukkan dukungan terhadap pengembangan Green Terminal Tanjung Sekong melalui pemanfaatan green hydrogen berbasis panas bumi. Hal ini ditandai dengan Kick Off ESG Initiative Green Terminal Tanjung Sekong di Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, Banten.

Lewat inisiatif ini, PGE mengambil peran strategis dengan mengembangkan green hydrogen yang bersumber dari Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Ulubelu, Lampung. Proyek ini dirancang sebagai pilot project dan diarahkan untuk mendukung sistem pembangkit listrik rendah karbon di Terminal Tanjung Sekong.

Targetnya, porsi penggunaan listrik rendah karbon di terminal tersebut dapat meningkat secara bertahap hingga sekitar 25 persen dari total kebutuhan listrik operasional.

"Melalui pengembangan green hydrogen berbasis panas bumi, kami mendorong pemanfaatan end-to-end panas bumi tidak hanya untuk penyediaan listrik, tetapi juga untuk menciptakan nilai tambah dan mendukung penerapan energi rendah karbon pada fasilitas energi strategis," ujar Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, Ahmad Yani.

Baca Juga: Pertamina Geothermal (PGEO) Jadi Pemenang Seleksi PSPE Cubadak Panti 77 MWe

Integrasi energi panas bumi ke dalam operasional terminal ini menjadi bagian dari sinergi lintas entitas di Pertamina Group dalam mendukung agenda dekarbonisasi.

Upaya tersebut diharapkan mampu menekan emisi yang berasal dari konsumsi listrik dalam aktivitas operasional terminal, sekaligus menjadi model pengembangan energi terbarukan yang bisa direplikasi di fasilitas energi strategis lainnya.

Sebagai informasi, Terminal LPG Tanjung Sekong yang dikelola oleh PT Pertamina Energy Terminal (PET) merupakan salah satu terminal LPG terbesar di Indonesia. Fasilitas ini memiliki kapasitas penyimpanan hingga 98.000 metrik ton (MT) dan mampu melayani kapal dengan kapasitas mencapai 65.000 deadweight tonnage (DWT).

Terminal ini berkontribusi memasok sekitar 35–40 persen kebutuhan LPG nasional, sehingga memegang peran vital dalam menjaga ketahanan energi rumah tangga.

Baca Juga: PGEO Mulai Eksekusi Proyek PLTP Lumut Balai Unit 3 Berkapasitas 55 MW

Melalui dukungan terhadap Green Terminal Tanjung Sekong, PGE kembali menegaskan komitmennya dalam mengembangkan pemanfaatan panas bumi secara end-to-end, termasuk inovasi produk turunan seperti green hydrogen, sebagai bagian dari kontribusi menuju target Net Zero Emission 2060.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Bagikan Artikel: