Airlangga Laporkan Belanja Pemerintah Naik Tajam 44,2%, Jadi Shock Absorber Ekonomi
Kredit Foto: Youtube Setpres
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melaporkan belanja modal pemerintah melonjak 44,2%dan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional. Lonjakan belanja tersebut berperan menjaga permintaan domestik sekaligus menjadi shock absorber di tengah perlambatan ekonomi global.
Airlangga menyampaikan kinerja belanja modal pemerintah yang kuat sejalan dengan akselerasi investasi dan belanja negara pada program prioritas. Menurut dia, belanja pemerintah berkontribusi langsung terhadap ketahanan ekonomi domestik, terutama pada kuartal IV.
“Investasi tumbuh signifikan 5,9% dan belanja modal pemerintah ini juga luar biasa tumbuh 44,2%,” ujar Airlangga, dalam Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Baca Juga: Laporan ke Prabowo, Airlangga Sebut Pasar Modal Sudah Rebound dan Stabil
Ia menjelaskan belanja pemerintah pada program prioritas dan stimulus ekonomi berperan menjaga permintaan domestik serta meredam risiko perlambatan ekonomi global. Secara khusus, belanja pemerintah pada kuartal IV tumbuh 4,5%.
“Belanja pemerintah pada program prioritas dan stimulus ekonomi berperan menjaga permintaan domestik serta menjadi shock absorberterhadap risiko perlambatan ekonomi,” katanya.
Dalam paparannya kepada Presiden Prabowo Subianto, Airlangga menegaskan belanja modal yang meningkat tersebut menjadi bagian dari bauran kebijakan fiskal yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Pertumbuhan ekonomi Indonesia secara tahunan (year-on-year) tercatat 5,11%, dengan konsumsi rumah tangga tumbuh 4,98% sebagai penopang utama.
Selain belanja pemerintah, Airlangga menyebut investasi tumbuh 5,9%, sementara kinerja ekspor tetap positif dengan pertumbuhan 7,03%. Kondisi tersebut, menurut dia, menunjukkan permintaan domestik dan eksternal masih terjaga di tengah tantangan global.
Baca Juga: Airlangga Siapkan Strategi Kejar Pertumbuhan Ekonomi 5,6% pada 2026
Airlangga juga menyampaikan bahwa akselerasi belanja modal diharapkan berlanjut pada kuartal pertama 2026, seiring percepatan realisasi anggaran oleh Kementerian Keuangan. Belanja tersebut diarahkan untuk mendukung program prioritas pemerintah dan memperkuat mesin pertumbuhan ekonomi.
Ia menambahkan, kebijakan fiskal yang ekspansif namun terukur menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 2026 sebesar 5,4%, dengan potensi mencapai 5,6%. Sektor prioritas yang didorong antara lain pertanian, industri manufaktur, ekonomi digital, dan energi.
“Belanja pemerintah pada program prioritas dan stimulus ekonomi berperan menjaga permintaan domestik,” kata Airlangga.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: